Senin, 18 Jan 2021,


bukit-dermo-jika-dikelola-bisa-seperti-kaliurangKunjungan anggota Komisi VII DPR RI Gandung Pardiman di Bumit Dermo Desa Selopamioro Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya

Bukit Dermo Jika Dikelola Bisa Seperti Kaliurang


SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Anggota Komisi VII DPR RI Drs HM Gandung Pardiman MM mengunjungi Bukit Dermo di Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Bantul, Jumat (27/11/2020). Politisi Partai Golkar ini juga berdialog dengan petani dan warga Dusun Nawungan.

Tampak mendampingi Ketua DPD Golkar Kabupaten Bantul Paidi SIP dan anggota FPG DPRD Bantul. Hadir pula Asisten Bidang Pemerintahan Pemkab Bantul, Bambang Guritno SH, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Yus Warseno MSc serta Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Isa Budi Hartomo MT.


Tiba di Bukit Dermo yang berada 250 meter di atas permukaan laut (Mdpl), mereka langsung disuguhi pemandangan alam pegunungan yang hijau dan sejuk. Di lokasi tepi jalan penghubung Bantul dengan Panggang Gunungkidul tersebut juga tersedia kedai kopi yang dikelola anak muda desa setempat. Selain menu kopi dari berbagai daerah, juga ada pisang goreng, singkong goreng dan aneka camilan.

Jika ingin bersantai sembari melihat pemandangan dari ketinggian, di tempat ini dibangun beberapa gazebo. Terdapat pula embung penampung air hujan yang berguna untuk pengairan dan kebutuhan warga.


Aneka pohon buah mulai durian,pisang, kedondong, mangga, rambutan membuat perbukita itu bertambah hijau. Kedondong mulai berbuah meski masih hijau. “Jadi ini dulunya lahan kritis kemudian ada program konservasi dari pemerintah. Kami mulai  merintis tahun 2012,” kata Yurianto,  pengelola Bukit Dermo.

Area seluas 35 hektar itu dijadikan kebun buah, tempat rekreasi wisata dan rest area.     Saat ini, lanjut Yurianto, tempat tersebut buka pukul 13:00 dan tutup pukul 22:00.

Karena  situasi pandemi, semua pengunjung wajib menerapkan protokol kesehatan. Saat datang mereka wajib mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir pada wastafel yang tersedia di lokasi, mengenakan masker dan menjaga jarak.

Gandung Pardiman mengatakan kunjungan tersebut untuk melihat dari dekat potensi Bukit Dermo sekaligus mengetahui apa yang menjadi keinginan warga setempat. Dari hasil kunjungan diketahui  tempat itu membutuhkan ketersediaan air serta Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Saya mendukung tempat ini untuk dikelola, karena potensi  alamnya. Pemandanganya indah. Saya rasa jika ini dikembangkan akan menjadi seperti Kaliurang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Gandung.

Sebagai wakil rakyat dirinya akan mendukung pembangunan Bukit Dermo dan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan sehingga Bantul lebih unggul.

Potensi  lain yang dimiliki di Nawungan adalah pengembangan  bawang merah glowing, umbinya lebih besar dari yang lain. Potensi pertanian ini harus didorong agar berkembang.

Gandung yakin, bawang merah Nawungan mampu bersaing asalkan diimbangi dengan manajemen. “Saya yakin ini bisa menjadi trade mark Bantul karena bawang merah ini besarnya di atas rata-rata,” katanya.

Bambang Guritno menambahkan lokasi wisata ini merupakan Sultan Ground. “Pengembangan Bukit Dermo harapannya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan masyarakat Bantul,” kata Bambang.

Isa Budi mengatakan Bukit Dermo akan menjadi the next Kebun Buah Mangunan. Bedanya, Bukit Dermo lebih menonjol ke konservasi, keindahan alam dan budaya. Agro wisata buah ini nuansanya berbeda dibanding Mangunan.

“Ini semula lahan kritis, kemudian kita rintis dikelola  secara  pelan-pelan hingga seperti sekarang. Kendala yang terasa kita hadapi  adalah ketersediaan air,” kata Isa.

Selama ini mereka mengandalkan air hujan yang ditampung di embung.  Berdasarkan master plant, ke depan akan dilakukan rekayasa mencari sumber air dengan sumur bur. Dari hasil studi diketahui sumber air paling dekat adalah 40 meter hingga terdalam sumber air berada di 120 meter di bawah tanah.

“Kita targetkan dalam satu kali Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), ketika ini memang mendapat dukungan maka master plant bisa terwujud,” tambah Isa. Pengelola telah membuat tracking yang nantinya menjadi satu paket dengan obyek wisata di Sriharjo Imogiri. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini