Catat, Pantai Selatan Masuk Kawasan Red Ocean

52
Sebagian Jalan Lintas Selatan Selatan di Kebumen tanpa sinyal telepon seluler. (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pembangunan jalan lintas selatan selatan (JLSS) sebagai pendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Kebumen dan Purworejo belum didukung pelayanan telekomunikasi seluler yang memadai. Bahkan belum semua operator telekomunikasi seluler mengembangkan pelayanan di daerah ini.

Meskipun nyaris tanpa sinyal, kawasan sepanjang lebih dari 40 km di jalur selatan ternyata bukan daerah blankspot atau blue ocean. Dinas Komuniksasi dan Informasi Kabupaten Kebumen mengkategorikan kawasan ini sebagai daerah red ocean.

Saat koranbernas.id menyusur JLSS dari Desa Setrojenar (Buluspesantren)-Desa Wiromartan (Mirit), Minggu (8/7/2018) dengan menggunakan pesawat GPS (global positioning system), pesawat tidak mendeteksi gambar JLSS.

Jalan sepanjang hampir 17 km di Kecamatan Buluspesantren, Ambal dan Mirit juga tidak tergambar di pesawat GPS sepanjang pagi hari hingga siang hari. Gambar baru nampak ketika memasuki area permukiman, sekitar 400 meter utara JLSS. Ketika berada di JLSS pesawat GPS hanya terlihat beberapa nama desa yang dilewati. Nama desa masih nampak.

Baca Juga :  UMP Gelar Kontes Modifikasi Motor

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 12 pada Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah 2 Jawa Tengah, Andi Nugroho Jati, tidak nampaknya JLSS di pesawat GPS kemungkinan karena tidak ada sinyal telekomunikasi di daerah itu.

Hal itu juga dibenarkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kebumen, Cokroaminoto. Namun demikian di daerah itu, sinyal telepon seluler tertentu kemungkinan kuat. Sehingga daerah itu masih dikategorikan daerah red ocean.

“Hingga Lebaran kemarin, di Kebumen hanya ada 2 desa blankspot, Desa Kedungnggong dan Sadangkulon,“ jelasnya. (yve)