Ciptakan Pemilu yang Bermartabat

92

KORANBERNAS.ID — Ketua Komisi A DPRD DIY,  Eko Suwanto, mengatakan tahun 2018 Indonesia menghadapi tantangan yang tidak mudah, guna mewujudkan demokrasi yang sesuai harapan rakyat  yakni tercapainya kesejahteraan bersama.

“Ada sejarah perjalanan panjang pascareformasi, bangsa Indonesia 20 tahun terakhir mengarungi pasang surut berdemokrasi,” ujarnya di sela-sela silaturahim dan buka puasa bersama dengan insan media dan jurnalis Yogyakarta, Sabtu (19/05/2018), di RM Ingkung Grobog Timoho.

Menurut dia, tantangan 2018 dan 2019 adalah mewujudkan pemilu yang jujur, adil, rahasia dan bermartabat serta berbudaya, ditandai semangat melawan money politics atau kejahatan lainnya.

Pemilu bermartabat juga ditandai penggunaan sosmed yang waras, tanpa fitnah atau ujaran kebencian. Rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi harus dijamin hak konstitusinya dan menggunakannya dalam keadaan yang nyaman dan bahagia.

“Demokrasi yang baik juga ditandai dengan kedamaian dan semangat melawan politisasi agama untuk kepentingan pihak tertentu. Ayo kita buat rakyat bahagia menikmati pesta demokrasi bernama pemilu,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan dapil Kota Yogyakarta itu.

Dia menengarai ada gelagat dari pihak tertentu yang dibutakan oleh nafsu angkara murka, untuk membajak demokrasi yang berjalan dengan berusaha mengganti arah perjuangan bangsa.

Baca Juga :  SMP Negeri di Daerah Pinggiran Kekurangan Siswa

“Masih ada problema kebangsaan  butuh perhatian kita semua. Ancaman intoleransi, radikalisme dan terorisme nyata adanya, termasuk ancaman fitnah, hasutan dan ujaran kebencian di sosmed. Kita dukung konsolidasi besar antara pemerintah dan masyarakat untuk bersama melawan. Penegakan hukum harus diiringi dengan pendidikan politik yang baik,” kata Eko Suwanto.

Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei menjadi sarana untuk mengingatkan semua elemen bangsa agar kembali menggelorakan semangat Boedi Oetomo yang membawa bangsa ke arah kemerdekaan dan kebangkitan nasional.

Sebagai aktivis pergerakan yang bersama rakyat dan elemen mahasiswa dari berbagai kampus turut berjuang dengan aksi-aksi damai di Yogyakarta, Eko Suwanto mengatakan sejarah pergerakan kaum muda tak boleh dilupakan begitu saja.

“Gerakan mahasiswa harus terus berpedoman pada amanat penderitaan rakyat dalam mewujudkan rakyat yang sejahtera, adil dan makmur,” kata alumni GMNI ini.

Kini,  setelah 20 tahun reformasi berlalu ada beberapa catatan yang perlu direspons secara serius. Pertama, intoleransi, radikalisme, terorisme, aksi teror dan aksi politis yang merongrong kewibawaan pemerintah.

Baca Juga :  Gelar Gathering, Clipan Finance Beri Penghargaan

“Kedua, tugas kita bersama untuk membuat sejarah kebangsaan Indonesia menuju  pintu gerbang kesejahteraan, sesuai cita-cita founding fathers,  dwi tunggal,  Soekarno-Hatta,” tambahnya.

Aktivis 98 lulusan Magister Ekonomi Pembangunan UGM ini mengingatkan beberapa poin yang disampaikan oleh kaum muda,  kala beraksi di masa perjuangan bersama saat reformasi.

Setelah 20 tahun reformasi,  tepat di Mei 2018 ini tantangan perjuangan kebangsaan untuk mewujudkan cita-cita masih membutuhkan nyala semangat bersama.

“Kita dukung pembentukan UU Terorisme. Kita dukung Presiden Jokowi memberikan komando pada seluruh kekuatan negara khususnya Polri dan TNI untuk memberantas dan membasmi terorisme. Terorisme tidak boleh hidup di bumi Indonesia,” kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY itu.

Untuk membawa Indonesia menuju negara yang sejahtera,  adil dan makmur sesuai amanat konstitusi UUD 1945 dan intisari nilai Pancasila, merujuk semangat Trisakti seperti yang pernah disampaikan oleh Bung Karno, rasanya pas disuarakan lagi. Perjuangan harus terus digelorakan. (sol)