Danais Tidak Boleh Tumpang Tindih

24
Asisten Keistimewaan Setda DIY Didik Purwadi menyampaikan penjelasan pada acara Kerja Sama Sinergis untuk Memasyarakatkan Program Keistimewaan, Selasa (13/02/2018), di Kepatihan.

KORANBERNAS.ID – Asisten Keistimewaan Setda DIY, Didik Purwadi, menegaskan alokasi penggunaan Dana Keistimewaan (Danais) tidak boleh tumpang tindih dengan APBD. Jika itu terjadi maka bisa disebut sebagai kesalahan.

Penegasan itu disampaikannya, Selasa (13/02/2018) di Gedung Pracimasono Kepatihan. Di hadapan media pada acara Kerja Sama Sinergis untuk Memasyarakatkan Program Keistimewaan kali ini, Didiek menyampaikan program dan kegiatan yang didanai Danais tidak boleh didanai pula dengan APBD.

“Apalagi barangnya satu sumber dananya dua,” ujarnya mencontohkan.

Didampingi jajaran Bappeda DIY serta Dinas Kebudayaan DIY, dia menambahkan prinsipnya Danais digunakan untuk lima urusan keistimewaan. Penggunaannya pun mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) No 33 Tahun 2013.

“Bagaimana akses masyarakat? Anggaran ini untuk masyarakat. Nggak mungkin dibagi rata (bagita) dalam bentuk uang cash. Danais ini untuk masyarakat tetapi melalui pemerintah,” tandasnya.

Menurut dia,  Pemerintah DIY sangat terbuka menerima masukan dan usulan dari masyarakat, termasuk melalui Jogja Plan maupun Monev (Monitoring dan Evaluasi). Kemudian usulan tersebut dibahas oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sedangkan di tingkat pusat, pembahasan Danais melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga (KL), ada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas PU, Bappenas maupun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). (sol)