Demokrat Bantah Merapat ke Istana

110
SBY bersama petinggi Partai Demokrat saat kunjungan ke Yogyakarta. Partai Demokrat menyatakan belum menentukan arah koalisi Pilpres 2019. (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Isu mengenai merapatnya Partai Demokrat ke istana untuk membentuk koalisi besar jelang Pemilu Presiden 2019 disanggah oleh Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan.

Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI itu menuturkan, Demokrat masih menunggu waktu yang tepat.

“Posisi Partai Demokrat ini persis masih sama dengan tanggal 10 Maret lalu, pada saat kami rapimnas, Ketua Umum Pak SBY mengatakan, pada waktu yang tepat, kami akan mengumumkan siapa calon presiden dan wakil presiden. Jadi pasti ada, tapi bukan sekarang,” katanya.

Hinca Panjaitan menyebutkan Demokrat sampai saat ini masih belum menentukan arah politik Pemilu 2019 mendatang.

Partai dengan nomor urut 14 itu masih terus mempertimbangkan sejumlah opsi yang ada sebelum memutuskan arah koalisi terbaik.

“Sampai nanti menjelang pendaftaran calon presiden dan wakil presiden, 4-10 Agustus, maka hampir semua parpol punya waktu sampai akhir Juli. Kedua, untuk mencalonkan presiden dan wakil presiden sebagai pasangan calon, dia harus punya dukungan 20 persen kursi di parlemen. Faktanya hari ini, tak ada satu pun partai yang bisa mengusung sendiri calon mereka, termasuk Demokrat,” ujarnya.

Baca Juga :  Jangkar Bejo Dibentuk untuk Menangkan Jokowi

Hinca mengingatkan, meski bukan partai yang berkuasa, suara Demokrat di parlemen cukup signifikan untuk membentuk koalisi, karena tidak ada satu pun partai yang memenuhi persyaratan untuk bisa mengajukan calon secara langsung pada Pilpres mendatang.

“Demokrat punya 10,9 persen tentu kurang. Nah karena itu, semua parpol melakukan komunikasi politik, termasuk Demokrat,” kata Hinca, Minggu (08/04/2015) malam.

Secara terbuka, Hinca Panjaitan mengakui, Demokrat ingin agar sosok Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menjadi calon pemimpin Indonesia di masa depan lewat sosok cawapres saat pesta demokrasi pemilu tahun depan. Hal itu akan menjadi salah satu syarat koalisi yang diajukan Demokrat.

“Demokrat mempersiapkan Mas AHY. Beliau salah satu putra terbaik bangsa yang ada di Demokrat, yang saat ini terus bekerja keras, keliling Nusantara. Tour de Jawa Timur kemarin, kemudian sekarang tour de Yogyakarta, dan Jawa Barat, serta besok Jawa Tengah,”paparnya.

Baca Juga :  Polisi Pelabuhan Dibunuh di Jalur Pantura

Meski tidak berada dapai partai pendukung pemerintah, Hinca Panjaitan menyatakan relasi antara Partai Demokrat dengan partai koalisi pemerintah tetap terjalin dengan baik.

Namun, Demokrat masih belum memastikan arah koalisi untuk pemilu tahun depan. Hinca pun membantah pernyataan Ketua Umum PPP Romahurmuzy yang menyatakan partai yang didirkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu akan merapat ke barisan pendukung Jokowi.

“Saya ingin memastikan dulu, Mas Romi (Romahurmuzy, red) itu ngawur. Saya sudah konfirmasi dengan Pak SBY, dan Pak SBY mengatakan tidak ada pertemuan selama dua jam. Pertemuan di Jombang (pengajian akbar) itu hanya beberapa menit saja, dan itu pun di atas panggung dengan suara ingar bingar,” terang pria kelahiran Asahan Sumatera Utara ini.

Dirinya pun meminta agar koalisi pendukung pemerintah tak menyebarkan kabar bohong atau hoax. “Saya bilang ke Mas Romi, sudahlah Mas jangan berhalusinasi,” tandasnya. (sol)