Demokrat Parpol Pertama yang Daftarkan Bacalegnya

203
Ketua DPC Partai Demokrat Klaten One Krisnata (berdiri kanan) di ruang rapat KPUD Jalan Dewi Sartika Klaten Tengah, Sabtu (14/07/2018). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — DPC Partai Demokrat (PD) Kabupaten Klaten mendaftarkan 50 bakal calon (balon) anggota DPRD Kabupaten Klaten di KPUD setempat, Sabtu (14/07/2018) siang.

Dengan demikian hingga Sabtu pukul 14:00, Partai Demokrat merupakan partai politik (parpol) pertama yang mendaftarkan calon anggota legislatifnya.

“Saya sampaikan hingga Sabtu jam 14:00, Partai Demokrat yang telah mendaftarkan bakal calegnya. Padahal pendaftaran bakal caleg sudah dibuka sejak 4 hingga 17 Juli 2018,” kata Joko Hadi Siswanto,  Divisi Teknis KPUD Klaten, kepada wartawan usai menerima berkas para bakal caleg Partai Demokrat.

Joko menambahkan setelah masa pendaftaran berakhir, KPUD akan melakukan verifikasi berkas. Dan jika nanti ada kekurangan maka akan disampaikan kepada pengurus partai untuk dilengkapi.

Pada Pemilug Legislatif 2019 ada aturan baru yang berbeda dengan aturan sebelumnya. Aturan itu terkait larangan bagi mantan koruptor untuk maju menjadi caleg.

Baca Juga :  Tahun Politik Tak Pengaruhi Pariwisata DIY

Menindaklanjuti aturan itu, kata Joko, kewenangan ada di partai politik. “Aturan itu kami serahkan ke parpol. Kami (KPUD) hanya menerima bersih,” jelasnya.

Petugas KPUD Klaten memverifikasi berkas bacaleg Partai Demokrat Klaten. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Klaten, One Krisnata, yang memimpin langsung penyerahan berkas balon calegnya di KPUD menjelaskan bacaleg Partai Demokrat yang mendaftar dijamin tidak ada mantan koruptor. “Kalau ada pasti sudah saya gebuk duluan,” tegas One.

Dia menceritakan sebenarnya ada 65 orang yang mendaftar sebagai bacaleg DPRD Kabupaten Klaten lewat Partai Demokrat. Namun setelah diseleksi dan diverifikasi ternyata 50 orang yang dinyatakan lolos.

“Hari ini 50 orang itu kami daftarkan dan serahkan berkasnya di KPUD,” ujar One didampingi pengurus partai dan para bakal calon anggota DPRD Klaten.

Baca Juga :  Derai Air Mata Iringi Pemakaman Korban Kerusuhan Suporter

Meski ada 15 orang yang tidak lolos bukan berarti mereka tidak digunakan oleh partai. Partai Demokrat tetap menggunakan mereka untuk membantu kesuksesan partai dalam pesta demokrasi 2019.

Ke-50 bacaleg dari Partai Demokrat itu ada yang berlatar belakang politisi, mantan kepala desa, profesional dan istri mantan camat. Dan sesuai aturan maka keterwakilan perempuan juga lebih dari 30 persen. Bahkan ada daerah pemilihan (dapil) yang keterwakilan perempuannya lebih dari 40 persen.

Yang menarik, lanjut One, dalam Pileg 2019 Partai Demokrat tidak memungut mahar dan biaya saksi kepada para caleg. Semuanya dibiayai oleh partai.

“Kami beri jalan kepada mereka. Kami tidak pungut mahar dan biaya saksi. Kami berprinsip demi baiknya Klaten ke depan,” tandasnya. (sol)