Kamis, 25 Feb 2021,


dikawal-ketat-polisi-vaksin-sinovac-tiba-di-bantulVaksin Sinovac tiba di Kantor Dinas Kesehatan Bantul, Selasa (26/1/2021). (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya
Dikawal Ketat Polisi, Vaksin Sinovac Tiba di Bantul

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Vaksin Coronavirus  Disease 2019 (Covid-19) telah tiba di Kantor Dinas Kesehatan Bantul di kompleks perkatoran Pemda II Manding, Selasa (26/1/2021), sekitar pukul 11.00 WIB.

Vaksin sinovac yang didrop dari gudang Dinkes DIY ini datang dengan pengawalan ketat aparat gabungan dari Ditlantas Polda DIY, Gegana Brimob Polda DIY, Satlantas dan Satsabhara Polres Bantul. Selanjutnya vaksin sebanyak 10.764 dosis yang dipak dalam 6 kotak karton ukuran besar tersebut disimpan dalam cool chain di Kantor Dinas Kesehatan Bantul.


”Ini adalah vaksin gelombang pertama dari pemerintah pusat melalui Pemda DIY. Jumlahnya 10.764 dosis yang ekuivalen dengan sasaran vaksin 5.382 orang. Karena satu orang divaksin 2 kali,” kata Agus Budi Raharjo M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Bantul.

Selanjutnya, untuk mengawali vaksinasi akan dilakukan secara simbolis pada Kamis (28/1/2021) pagi di gedung baru IGD RSUD Panembahan Senopati.


Ada 12 orang yang akan mendapat suntikan vaksin pertama, yakni Sekda H Helmi Jamharis MM, Kapolres AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono, Dandim 0729 Letkol Inf Agus Indra Gunawan, Kajari Nur Asiah SH, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Isdarmoko M.Pd, perwakilan pedagang pasar, tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bantul, dan perwakilan tokoh masyarakat.

“Saya juga akan ikut dalam simbolis vaksinasi sebagai bentuk trust kepada masyarakat,” kata Agus.

Vaksinasi gelombang pertama akan menyasar kepada tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD Panembahan Senopati dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul. Jika sudah ada droping vaksin lagi, sasaran selanjutnya adalah kepala pelayan publik dan juga para warga lanjut usia yang berusia di atas 60 tahun.

“Tapi untuk yang Lansia masih kita kaji, termasuk pengujian risikonya seperti apa,” katanya.

Sebelumnya, Kasie Surveilans dan Vaksinasi Dinkes Bantul, dr Abednego Dani Nugroho, mengatakan pihaknya mengajukan vaksin untuk 6.326 Nakes, baik di RS negeri, RS swsata, Puskesmas hingga klinik. Tentu yang menerima vaksin disesuaikan dengan kriteria yang ditentukan. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini