Dukung Pemda DIY Tingkatkan Kesejahteraan Guru

260
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto berdiskusi dengan GTT/PTT se-DIY, Rabu (16/05/2018) di DPRD DIY. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto memberikan mendukung langkah Pemda DIY untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru. Sebab, guru memiliki tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Lebih dari itu, guru di sekolah di semua tingkatan memiliki peran tidak hanya transfer ilmu pengetahuan tapi juga transfer values, mengajarkan nilai budi pekerti,” ungkapnya, Rabu (16/05/2018), di DPRD DIY.

Tatkala berdialog dengan guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT) se-DIY, anggota DPRD DIY dapil Kota Yogyakarta itu menyampaikan pada situasi sekarang ini guru harus bisa memberikan pendidikan budi pekerti dan kebhinnekaan.

“Guru harus bisa mengajak siswa menjadi generasi muda yang cinta tanah air, toleran, tenggang rasa dan saling menghargai,” kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY ini.

Baca Juga :  Ini Dia Sembilan Pejabat Baru Pemda DIY

Politisi muda PDI Perjuangan tersebut menambahkan, di tengah aneka masalah kebangsaan serta terorisme, ada tugas guru yang wajib dikerjakan yaitu transfer of values atau pewarisan nilai.

Dialog guru dengan Komisi A DPRD DIY. (istimewa)

Pada dialog kali ini terdapat sejumlah poin rekomendasi, di antaranya komitmen meningkatkan kualitas pendidikan yang sudah baik menjadi lebih hebat, salah satunya melalui peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru.

“Peningkatan kualitas guru dapat dilakukan dengan memberikan beasiswa bagi guru dari D3 menjadi S1, S1 ke S2, dan S2 ke S3, selain pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru,” kata Eko Suwanto.

DPRD DIY mendukung langkah peningkatan kesejahteraan guru PNS maupun GTT PTT melalui APBD dengan mengedepankan azas kemakmuran, kesejahteraan dan kemampuan keuangan daerah.

Baca Juga :  Warga Pleret Mengeluh ke Sultan

“Kita harapkan Pemda DIY dapat meningkatkan insentif GTT PTT di atas UMK secara bertahap. Kenaikan dimulai tahun anggaran 2019,” kata dia.

Lulusan Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) UGM itu juga mengajak guru memberikan pendidikan Pancasila, budi pekerti dan Bhinneka Tunggal Ika ke siswa didik.

“Kita mengajak guru untuk membentengi siswa dari ancaman berbagai paham atau ideologi yang bertentangan dengan Pancasila”, ujarnya.

Semua pihak memiliki tanggung jawab terhadap proses pembelajaran yang melahirkan siswa didik yang saling menghargai, saling menolong dan memiliki budi pekerti yang luhur.

Orang tua dan tokoh masyarakat perlu aktif mengawasi perkembangan anak supaya tidak terkena pengaruh buruk paham atau ideologi intoleransi, radikalisme maupun terorisme. (sol)