Dusun Ngaran Membangun Generasi Qurani

244
Pemuda pemudi Dusun Ngaran bersama Ustad Rustam Nawawi SPdI usai pengajian. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Ratusan warga Dusun Ngaran Gilangharjo Pandak Bantul memadati Masjid Nur Jimmy, Senin (11/06/2018). Mereka antusias mengikuti pengajian menjelang buka bersama. Sebagian berada di dalam masjid, selebihnya di teras.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Pemuda-Pemudi Ngaran (Idaman), gabungan dari pemuda Karang Taruna RT 04 dan RT 03 Dusun Ngaran Gilangharjo Pandak yang diketuai Heru Rismawanto.

“Baru pertama kali ini kami menyelenggarakan buka puasa bersama di masjid bersama para santri TPA Nur Jimmy dan wali santri,” ujar Heru Rismawanto. Berkat dukungan takmir acara kali ini pun sukses.

Menurut Heru, pemuda Idaman menginginkan paseduluran saklawase atau paseduluran tanpa wates, sebagai pendorong semangat kebersamaan.

Baca Juga :  Polres Bekuk Sindikat Penipu Rental, Sebagian Anggota Diduga Masih Berkeliaran

Dalam upaya membangun generasi Qurani, kali ini panitia menghadirkan  Ustad Rustam Nawawi SPdI bin Ismail Al-Haddad dari Jokerten Timbulharjo Sewon Bantul.

Hadir pula Direktur Bimbel NURUS Jogja Fenni Nursulistyarini Ssi maupun Ketua Takmir Masjid Nur Jimmy serta tokoh masyarakat.

“Kita berharap pengajian akbar ini menjadi modal awal membangun generasi bernafas Qurani untuk meraih rida dari Allah SWT. Yang muda dan yang tua bersatu dengan semangat gotong royong dalam bingkai Pancasila,” ujar Heru Rismawanto.

Perwakilan santri TPA menerima buku Metode ULA kiat baca tulis Quran. (istimewa)

Dalam tausiyahnya Ustad Rustam Nawawi menyampaikan, Ramadan merupakan bulan turunnya Al Quran sebagai petunjuk kehidupan.

Menurut dia, ada empat langkah untuk mempelajari Al Quran, yaitu dimulai dari belajar membaca, menghafalkan dilanjutkan tafsir kemudian mentadaburi.

Baca Juga :  Ketika Salat Subuh di Masjid Sangat Mahal

Penulis buku Metode ULA kiat baca tulis Quran itu mengajak jamaah untuk  memakmurkan masjid dan mendukung kegiatan santri TPA Nur Jimmy.

Begitu mendapat bekal cukup mereka dapat meneruskan ke jenjang pendidikan pesantren. Nantinya sekembalinya dari pesantren mereka bisa mengamalkan ilmu agamanya di masyarakat, sehingga pada waktunya Dusun Ngaran membangun generasi bernafas Qurani.

Pemuda adalah harapan agama, bangsa dan negara sekaligus pemegang tapuk perjuangan bangsa, sebagaimana para pendahulu KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim ‘Asyari yang berhasil meletakkan fondasi pendidikan bagi generasi muda di zaman now. (sol)