atas1

Eks Pekerja Kharisma Eksport Tuntut Pesangon

Selasa, 19 Feb 2019 | 19:17:01 WIB, Dilihat 671 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Eks Pekerja Kharisma Eksport Tuntut Pesangon Eks pekerja PT Kharisma Eksport melakukan aksi di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bantul, Selasa (19/2/2019) siang. (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Bingkisan untuk Anak Yatim Piatu di Hari Pers Nasional


KORANBERNAS.ID--Sebanyak 29 eks karyawan PT Kharisma Eksport mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bantul di Jalan Gatot Subroto,Bantul,Selasa (19/2/2019) siang.

Mereka membentangkan beraneka macam poster yang intinya menuntut pihak manajemen untuk memenuhi apa yang menjadi hak mereka usai diberhentikan dari perusahaan furniture yang pemasarannya ke luar negeri tersebut.

Salah satu pekerja, Dwi Purnomo (33 tahun) mengatakan dirinya bekerja di bagian finishing hampir 8 tahun. Tiba-tiba, pekan lalu dirinya dipanggil bagian personalia dan menerima surat yang berisi surat pengalaman kerja. Usai menerima surat juga dikatakan jika pihak perusahaan tidak memperpanjang kerjasama dengan pekerja lagi alias diberhentikan.

“Saya tidak menerima surat PHK hanya surat pengalaman kerja. Dan saya belum menerima pesangon, hanya menerima uang tali kasih Rp 1,3 juta,”katanya.

Sementara alasan memberhentikan dirinya dari pekerjaan tersebut juga tidak dijelaskan. Pihak perusahaan hanya mengatakan kalau ekspor menurun.

“Kalau produksi hingga kini masih berjalan. Dan tujuan saya kemari agar hak saya sebagai pekerja diberikan sesuai UU yakni hakpesangon,”katanya.

Pekerja lainnya, Maryanto (30) mengatakan jika dirinya sudah bekerja tiga tahun dan tiba-tiba diberhentikan begitu saja.

“Saya tidak dapat uang tali asih. Saya ingat, saat itu sedang bekerja tiba-tiba dipanggil dan mendapat surat keterangan masa kerja. Karena kita bayarannya kan seminggu sekali pada hari Sabtu. Kala itu saya baru bekerja 3 hari karena diberhentikan hari Selasa, maka saya pulang hanya membawa 195.000 rupiah,”katanya.

Kuasa hukum PT Kharisma Eksport Prisma Wardana SasmitaSH mengatakan jika pihak perusahaan akan membayar apa yang menjadi hak karyawan.

“Jadi prinsip pertemua hari ini adalah kami dari PT Kharisma punya itikad baik untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial yang terjadi. Namun untuk angka pesangon secara tekni sedang diselesaikan karena ada selisih data antara antara kami PT Kharisma dan pihak karyawan. Jadi nanti akan kami sampaikan kepada mediator (Disnakertrans Bantul-red) untuk nilai riilnya itu berapa. Prinsipnya kami tidak menolak tuntutan karyawan,” katanya.

Adapun untuk pemberhentian karyawan menurut Prisma, secara garis besar adalah terkait masalah efisiensi dari kinerja perusahaan.

”Itu alasan pokok yakni efisiensi,”katanya.

Untuk karyawan sendiri di PT Kharisma hingga kini tercatat 588 orang.

Sedangkan penasehat hukum eks karyawan, Alouvy Rydha Mustafa SH mengatakan jika sudah ada kesepakatan pada mediasi bagi 11 eks karyawan. Sedangkan untuk gelombang kedua untuk 18 orang eks karyawan baru tahap medias pertama.

“Karena memang ada dua gelombang pelaporan,”katanya.

Khusus yang tahap pertama bagi 11 karyawan sedang dilakukan pendataan besarnya pesangon yang akan didapat. (SM)



Selasa, 19 Feb 2019, 19:17:01 WIB Oleh : Nanang WH 783 View
Bingkisan untuk Anak Yatim Piatu di Hari Pers Nasional
Selasa, 19 Feb 2019, 19:17:01 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 598 View
Selamat, Kinerja Yogya Terbaik se-Indonesia
Selasa, 19 Feb 2019, 19:17:01 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 1053 View
Ini Cara Masyarakat Madani Atasi Radikalisme

Tuliskan Komentar