Selasa, 05 Jul 2022,


elektabilitas-puan-naik-hingga-31-persenPuan Maharani mendapat sambutan hangat warga saat acara di Solo. (istimewa)


Siaran Pers
Elektabilitas Puan Naik Hingga 3,1 Persen

SHARE

KORANBERNAS.ID, JAKARTA--Elektabilitas Ketua DPR Puan Maharani sebagai kandidat calon presiden mulai naik. Sebelumnya, dalam hasil survei terbaru dari Lembaga Survei Independen memaparkan, adanya kenaikan elektabilitas Puan Maharani dalam bursa calon Pemilihan Presiden 2024.


Elektabilitas Puan naik hingga mencapai 3,1 persen. Khusus untuk bursa Calon Wakil Presiden, nama Puan masuk tiga besar dengan elektabilitas 13,32 persen.


Posisinya berada di bawah Menparekraf Sandiaga Uno dengan elektabilitas 19,5 persen dan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang meraih elektabilitas 24,6 persen.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu mengungkapkan, meningkatnya elektabilitas Puan Maharani, karena hasil kinerjanya yang sukses memimpin DPR RI.


“Yang menarik adalah bahwa elektabilitas Mbak Puan meningkat bukan karena polesan bedak pencitraan semu. Tapi karena kinerja beliau sebagai Ketua DPR RI,” kata Masinton kepada wartawan, hari ini.

Masinton menunjuk sejumlah keberhasilan Puan memimpin DPR. Mulai dari kesuksesan menggelar Sidang Parlemen Dunia atau Inter-Parliamentary Union, hingga sikap konsistensi Puan menegakkan konstitusi dalam agenda demokrasi.

Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas menilai, elektabilitas Puan diperkirakan masih akan terus meningkat. Dengan jadwal pemilihan umum yang masih dua tahun lagi, masih ada waktu untuk terus mendongkrak dengan terus bekerja untuk rakyat.

Puan masih ada waktu untuk mengejar elektabilitas. Menurutnya, kuncinya yakni dengan tetap bekerja.

“Masih ada waktu untuk memperbaiki elektabilitas. Waktu masih ada setahun lagi. Tetap saja bekerja, “ kata Sirojudin, kemarin.

Memang, tutur Sirojudin, tiap tokoh memiliki komunikasi publik yang berbeda. Ada yang memperkuat basis digital mereka, sebaliknya ada yang mensolidkan basis pemilih. Apalagi, lanjutnya, popularitas tidak selalu jadi pilihan.

“Calon presiden harus yang dikehendaki oleh pemilih PDIP, jika tidak dikehendaki oleh pemilih bisa jadi pemilih PDIP akan pergi,“ tambah dia.

Dan pekerjaan rumah bagi Puan, tutur Sirojudin, untuk memenangkan hati pemilihnya. “Mbak Puan masih perlu bekerja lebih baik lagi meyakinkan pemilih PDIP sendiri. Internal, apakah pemilih PDIP menginginkan mbak Puan maju sebagai calon presiden,” tandas Sirojuddin. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini