Minggu, 06 Des 2020,


empat-bulan-tutup-pasar-jls-buka-lagiPengurus Paguyuban Margorejo Kelurahan Pulutan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga,  dari kiri Suwandi, HM Syafii dan Sobiron. (masal gurusinga/koranbernas.id)


Masal Gurusinga

Empat Bulan Tutup Pasar JLS Buka Lagi


SHARE

KORANBERNAS.ID, SALATIGA -- Pasar Tiban Jalan Lingkar Salatiga (JLS) Kota Salatiga Jawa Tengah yang sempat ditutup selama empat bulan akibat pandemi Covid-19, dibuka kembali. Namun demikian pihak pengelola tidak ingin kecolongan dengan mewajibkan pedagang dan pengunjung memakai masker.

Pedagang yang tidak memakai masker tidak diizinkan berjualan. Demikian pula, pengunjung yang tidak memakai masker langsung diberi oleh pengelola untuk dikenakan.


Baca Lainnya :

“Yang tidak pakai masker tidak boleh berjualan. Sementara pengunjung yang tidak pakai akan kami kasih untuk dipakai," kata Sobiron, Ketua Paguyuban Margorejo Kelurahan Pulutan, di Pos Informasi Pasar Tiban JLS, Minggu (25/10/2020).

Didampingi pengurus Paguyuban Margorejo lainnya, Suwandi (wakil ketua) dan HM Syafii (penasihat), Sobiron menambahkan meski pasar tiban telah dibuka kembali namun protokol kesehatan sifatnya wajib. Sebab di pasar tiban JLS ada banyak sekali warga yang saling berinteraksi.


Baca Lainnya :

Apalagi pedagang dan pengunjung tidak seluruhnya warga Kota Salatiga. Dari luar Kota Salatiga pun cukup banyak. “Ada 70 persen pedagang warga Kota Salatiga. Lainnya dari luar Salatiga seperti Kabupaten Semarang, Sragen, Magelang Solo, Boyolali,” kata mereka.

Paguyuban Margorejo merupakan wadah para pedagang pasar tiban JLS yang kini beranggotakan sekitar seribu orang. Awal tahun 2011 hanya ada segelintir pedagang. Dalam perjalanannya jumlah pedagang saat ini seribu orang.

Awalnya kawasan pasar tiban JLS khusus pedagang kuliner dan pakaian. Lambat laun berkembang menjadi pasar tiban yang menjual segala kebutuhan, seperti makanan, minuman, sayuran, buah-buahan, peralatan rumah tangga, sepatu, sandal, bunga, tanaman hias, sepeda motor, mobil maupun layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor keliling (samsat keliling).

Jalan Lingkar Salatiga (JLS) dibangun Pemkot Salatiga tahun 2008. Tujuannya sebagai jalur lalu lintas alternatif dari arah Solo menuju Semarang atau sebaliknya.

Kawasan itu, tepatnya dari perempatan wilayah Kelurahan Kecandran hingga wilayah Kelurahan Blotongan kini dipadati pedagang yang berjualan setiap hari Minggu. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini