Empat Kecamatan Alami Kekeringan

28

KORANBERNAS.ID — Empat kecamatan di Kabupaten Klaten mengalami kekeringan. Bahkan warga di wilayah itu mulai kesulitan air bersih dan meminta droping air ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Empat kecamatan yang dilanda kekeringan itu yakni Kemalang, Manisrenggo, Jatinom dan Bayat. Sedangkan di wilayah Desa Tumpukan Karangdowo, warga mengajukan droping air bersih bukan karena kekeringan melainkan air bersih di wilayah itu tidak layak konsumsi.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Klaten, Purwanto, mengatakan droping air bersih ke daerah rawan merupakan program rutin tahunan Pemkab Klaten dalam menghadapi musim kemarau. Dan setiap tahun daerah yang rawan air bersih adalah daerah itu-itu saja hasil pemetaan.

Baca Juga :  Mengurus Ijin Bisa Online

“Tahun ini anggaran droping air bersih Rp 200 juta. Dan kegiatan droping sudah mulai dilaksanakan,” katanya, Rabu (11/07/2018).

Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Eko Pambudi,  menjelaskan kegiatan droping air bersih ke daerah rawan sebenarnya sudah dimulai sebelum lebaran.

Namun kegiatan sempat terhenti dan difokuskan untuk mengisi air bersih di mushala dan mesjid untuk keperluan ibadah.

“Sebenarnya sebelum lebaran sudah dimulai. Tetapi pada saat puasa dan lebaran difokuskan untuk mengisi air di mushola dan mesjid-mesjid,” jelasnya.

Setelah lebaran berlalu kegiatan droping air bersih ke bak-bak penampungan air warga di daerah rawan kembali dilanjutkan. Dan hingga Selasa (10/7) sudah didrop sebanyak 93 rit dengan mobil tanki milik BPBB. (sol)

Baca Juga :  DPD RI Dukung Dana Desa untuk Padat Karya