Fahri Hamzah Tidak Cocok dengan Budaya Golkar

242

KORANBERNAS.ID –  Wakil Ketua Bidang Penggalangan Pekerja Buruh dan Ormas DPP Partai Golkar, Gandung Pardiman, menyebut sosok Fahri Hamzah (FH) tidak cocok dengan budaya yang ada di Partai Golkar. Jika bergabung ke partai berlambang pohon beringin, dipastikan dia tidak akan kerasan.

“Yang perlu disadari bersama adalah, Pak FH tidak cocok dengan budaya yang ada di Partai Golkar. Golkar ini mempunyai doktrin ikrar Panca Bhakti, mempunyai mars dan himne Golkar yang semua itu sulit bagi FH,” kata Gandung, Selasa (06/02/2018).

Saat ini, bergulirnya wacana Fahri Hamzah akan masuk Partai Golkar menjadi pembicaraan di kalangan internal Golkar, mulai dari pembicaraan ringan sampai serius.

“Sebagai pendiri PKS, Fahri Hamzah memiliki roh kejuangan PKS yang sangat berbeda dengan roh kejuangan Golkar. Banyak kader Golkar keberatan FH  masuk menjadi kader Golkar, karena kedua-duanya akan mengalami kesulitan dalam penyesuaian,” kata Wakil Ketua Umum MKGR ini.

Mantan anggota DPR RI ini lebih lanjut menyampaikan, daripada nantinya muncul masalah maka lebih baik FH tidak perlu masuk Partai Golkar.

“Karakter dan pola pikir, pola sikap dan pola tindak kita jauh berbeda. Daripada masing-masing tidak nyaman maka lebih baik kita tidak usah menerima FH menjadi kader Partai Golkar,” tandasnya.

Ketua DPD Partai Golkar DIY dua periode itu juga menyatakan, FH sebagai pendiri PKS kelihatannya sangat mencintai PKS biarpun diusir dari partai yang dicintainya.

“Saya berkeyakinan Pak FH tidak nyaman di Golkar. Demikian sebaliknya Golkar secara internal tidak nyaman atas kehadiran Pak FH sebagai kader Golkar,” kata Gandung Pardiman.

Menurut dia, platform yang telah dibangun Fahri Hamzah dan partai yang didirikannya (PKS) jauh berbeda, baik dalam konsep teori maupun praktik di lapangan.

Seperti ramai diberitakan di Jakarta, wacana masuknya FH ke Golkar tidak lepas dari pernyataan mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Setelah dipecat dari DPP PKS, dia berharap Golkar menerima Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah sendiri juga sempat bertandang ke kantor DPP Partai Golkar. Bahkan Ketua DPP Partai  Golkar, Airlangga Hartarto, sempat pula menyatakan hal itu merupakan pilihan Fahri Hamzah. Golkar merupakan partai yang sifatnya terbuka, siapa pun boleh masuk. (sol)