god-bless-terkesan-dengan-tebing-breksi-jogjarockarta-2023-di-sini-lagi Penampilan God Bless pada perhelatan Jogjarockarta 2022. (lilik sumantoro/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
God Bless Terkesan dengan Tebing Breksi, Jogjarockarta 2023 di Sini Lagi

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Band rock kawakan God Bless mengaku selalu terkesan dengan konser yang mereka helat di Yogyakarta. Diakui sang vokalis, Achmad Albar usai mengguncang panggung Jogjarockarta Minggu (25/9/2022) di Tebing Breksi.


“Tampil di Jogjarockarta yang kelima ini, kami ya asik aja. Tampil di Jogja ini suatu kepuasan sendiri bagi God Bless, semua berjalan lancar, gak ada gangguan dan cukup memadai semuanya, sound lighting semuanya asik,” kata Achmad Albar saat ditemui di belakang panggung Jogjarockarta 2022.


Venue Tebing Breksi pun dipuji-puji oleh rerata artis yang tampil di Jogjarockarta termasuk God Bless. “Sebelumnya selalu di Kridosono, tempat yang melegenda dan sekerang di Tebing Breksi. Sangat indah,” imbuhnya.

Sebagai penampil yang diumumkan terakhir dalam line up artis Jogjarockarta, God Bless merasa beruntung sebagai band gaek mereka masih sering jamming dan konser. Hal ini memudahkan saat perform. Hadirnya God Bless diketahui usai band rock asal Amerika Hoobastank membatalkan kunjungannya paska kecelakaan yang menimpa vokalis mereka.


“Kebetulan kami usai manggung di Purwokerto. Jadi untuk tampil lagi di panggung Jogjarockarta gak masalah, mungkin kalau jarang latihan dan manggung bakal kesulitan juga,” timpal Ian Antono, sang gitaris.

Meski telah gaek, God Bless tetap tampil enerjik. Deretan lagu-lagu hits mereka bawakan mulai yang bertempo cepat seperti “Musisi” hingga yang balada seperti “Rumah Kita”. Penonton pun tanpa komando berjingkrak dan bernyanyi bersama.

Kali ini memang tidak ada band dari luar negeri. Hoobastank yang dipinang hadir, batal pada hari-hari terakhir karena vokalisnya kecelakaan. Namun antusias penonton tidak kalah dari tahun-tahun sebelumnya.

Founder Jogjarockarta, Anas Syahrul Alimi menyebut, gelaran Jogjarockarta tahun ini juga disebutnya sebagai masa transisi. “Gelaran Jogjarockarta ke-5 ini kami sebut sebagai transisi. Belum 100 persen Jogjarockarta,” ucapnya.

Walaupun harus menghadapi dinamika kasus Covid-19, dan perkembangan regulasi, gelaran kali ini tetap bisa berjalan apik dan disambut antusias. Di hari pertama ada sekitar 4 ribu penonton yang hadir, dan hari kedua 5 ribu penonton.

“Kami tidak berekspektasi terlalu tinggi, karena dua tahun terjebak pandemi, tapi ternyata sambutan penonton luar biasa. Pengunjung tetap membludak,” katanya.

Jogjarockarta identik dengan band-band besar dari luar negeri. Tahun ini, hal tersebut memang tidak bisa diwujudkan. Namun, untuk tahun depan peluang untuk menghadirkan band luar negeri diharapkan bisa terbuka kembali.

“Tipikial Jogjarockarta bisa menghadirkan band besar dunia. Tahun-tahun sebelumnya juga begitu. Untuk nanti yang keenam ya rahasia Tuhan itu. Namun, untuk venue sepertinya masih akan di sini [Tebing Breksi], luar biasa tempatnya, standar internasional,” tutupnya.

Selain God Bless, pada hari terakhir Jogjarockarta juga menampilkan sejumlah band rock papan atas tanah air. Mereka adalah Hiatus Mantra, Prison of Blues, The Melting Minds, Voice of Baceprot, Death Vomit, Edane, Seringai dan Jamrud.(*)

 



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini