Heboh, Sawah Sukorame Ini Jadi Spot Wisata Baru

882
Wisatawan berfoto di spot wisata persawahan Sukorame, Desa Wisata Songgo Langit, Imogiri, Bantul beberapa waktu lalu. (yvesta putu sastrosoednjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia memang luar biasa. Seiring perkembangan sosial media (sosmed), banyak spot yang akhirny jadi wisata baru yang banyak diburu pelancong. Cukup datang, ber-swafoto dan upload ke Instagram, Facebook, Twitter, Whatsapp, Path, Line dan sebagai. Sebentar kemudian viral dan didatangi banyak wisatawan lain.

Adalah area persawahan di kawasan Padukuhan Sukorame, Desa Wisata Songgo Langit, Imogiri, Bantul yang saat ini viral dan jadi spot wisata yang banyak didatangi wisatawan. Meski luas pematang sawahnya hanya sekitar 360 meter, area tersebut seringkali jadi latar belakang swafoto karena landscape-nya yang cantik.

Apalagi spot tersebut dipasang jembatan bambu yang melingkari pematang sawah. Ditambah gardu pandang yang bisa jadi titik angle menarik untuk berfoto.

“Kami bangun jembatan dan gardu pandang menggunakan sekitar tiga ratus bambu yang merupakan swadaya masyarakat padukuhan sukorame ini,” ungkap pengurus Desa Wisata Songgo Langit, Suyatno kepada koranbernas.id, beberapa waktu lalu.

Suyatno menceritakan, pembangunan spot wisata pertanian dan budaya itu dilakukan sekitar lima bulan sejak Juli 2017 lalu. Ide tersebut muncul karena di padukuhan belum dikembangkan obyek wisata. Padahal Desa Wisata Songgo Langit ditetapkan menjadi salah satu kawasan wisata pertanian dan budaya.

Baca Juga :  Tanah Longsor Merusak Dua Rumah

Sementara padukuhan tersebut tidak memiliki kawasan wisata budaya yang bisa dikembangkan. Karena itulah, masyarakat yang dibantu kelompok sadar wisata (pokdarwis) membuka lahan sawah yang cukup luas di kawasan tersebut jadi spot wisata pertanian.

Selain jembatan di pematang sawah, warga mulai membangun akses jalan untuk masuk ke area sawah. Juga tempat parkir, toilet dan warung tradisional di seputar kawasan tersebut.

Pengurus melibatkan warga sekitar untuk mengelola wisata baru yang mulai ramai akhir tahun lalu tersebut. Termasuk para petani yang diajak mengembangkan jenis tanaman lain bila musim panen padi berakhir.

“Panen padi setahun hanya dua kali. Kalau tidak ditanami palawija dan tanaman lain disela musim tanam selanjutnya maka wisata ini tidak akan menarik bagi wisatawan untuk datang,” jelasnya.

Suyatno menambahkan, sebagai wisata yang masih baru, pihaknya belum menarik retribusi kepada para pengunjung. Namun mereka menyediakan kotak bagi wisatawan yang ingin memberikan sumbangan secara sukarela.

Baca Juga :  Pencuri Beraksi di  Siang Hari

Setiap hari, lanjutnya ada lebih dari 20 wisatawan yang datang ke area wisata baru tersebut. Di hari libur, jumlahnya naik signifikan hingga lebih dari 50 wisatawan.

Karenanya pengelola akan semakin serius menggarap lahan pertanian tersebut. Mereka menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi untuk penyuluhan pertanian dan pembuatan site plan pengembangan wisata.

“Masih ada potensi wisata lain yang belum tergarap seperti gua bawah tanah,” tandasnya.

Salah seorang pengunjung berfoto di kawasan wisata sawah Sukorame, Songgo Langit, Imogiri, Bantul, beberapa waktu lalu. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Salah seorang pengunjung, Indriyanti Suminto mengaku kagum melihat spot wisata baru tersebut. Salah satu pegawai swasta yang berwisata bareng ketiga temannya itu khusus datang pagi hari untuk bisa berswafoto di area persawahan.

“Spot-spot wisata semacam ini memang perlu terus dikembangkan untuk menambah daftar wisata di bantul,” ungkapnya.

Pujiyanti, pengunjung lain berharap pengelola kawasan wisata tersebut bisa semakin memperhatikan kebutuhan wisatawan yang datang. Selain tambahan fasilitas, dia berharap ada tanaman lain yang semakin mempercantik desa wisata tersebut.

“Kalau bisa ditambah tanaman bunga yang bisa mempercantik kawasan ini,” ujarnya diiyakan Ita Ratnawati yang datang bersamanya.(yve)