Incumbent tidak Otomatis Nomor Urut Satu

66
Ketua DPD Partai Golkar DIY dan Ketua Dewan Pertimbangan foto bersama usai pembahasan caleg.  (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Anggota dewan dari Partai Golkar DIY yang maju lagi sebagai caleg incumbent pada Pemilu Legislatif 2019 tidak serta merta secara otomatis memperoleh nomor urut satu.

Hal itu disampaikan Ketua DPD Partai Golkar DIY, Haryadi Suyuti, kepada wartawan di Kantor DPD Golkar DIY menjelang batas akhir pendaftaran caleg DPRD DIY di KPU DIY, Selasa (17/07/2018) malam.

“Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DIY dan DPRD Kabupaten/Kota se-DIY semuanya maju lagi. Ada satu yang tidak. Mereka tidak otomatis dapat nomor urut satu,” ungkapnya.

Dia didampingi jajarannya seperti Erwin Nizar, Dedy Suwadi SR, John S Keban serta Ketua Dewan Pertimbangan Drs HM Gandung Pardiman MM.

Dedy Suwadi menambahkan, Golkar DIY mendaftarkan 55 calegnya untuk DPRD DIY dan dari sejumlah itu sebagian merupakan caleg berusia muda.

Berdasarkan data yang disetor ke KPU, tercatat nama caleg termuda dari Partai Golkar Sleman yang berusia 21 tahun. Dia adalah Nur Aghniya Sabiila, kelahiran 29 November 1996.

Menurut Dedy Suwadi proses seleksi selama ini tidak ada masalah meski sempat muncul dinamika terkait dengan nomor urut. “Semua dapat kita lalui lewat proses pembobotan, pengabdian, pendidikan dan aspek keterpilihan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Takut Dicerai, Pria Ini Pilih Tenggak Deterjen

Erwin Nizar menambahkan dari 55 orang caleg untuk DPRD DIY ditargetkan  tercapai minimal 10 kursi atau naik dari 8 kursi FPG saat ini. “Kami tekankan agar para caleg bekerja keras mendekati masyarakat dengan karya nyata,” ungkapnya.

Tim seleksi caleg Partai Golkar menyampaikan keterangan pers menjelang keberangkatan ke KPU DIY, Selasa (17/07/2018) malam. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Sedangkan Gandung Pardiman menyampaikan dirinya siap maju sebagai caleg DPR RI. Dengan slogan Golkar solid dan tidak tergoyahkan, dia optimistis Golkar DIY dapat meraih kemenangan.

Gandung Pardiman yang dijadwalkan Agustus 2018 dilantik sebagai anggota DPR RI menggantikan Titiek Soeharto itu menyampaikan, dirinya akan turun ke masyarakat khususnya di wilayah perdesaan. Ini sejalan dengan konsep desa sebagai pusat pertumbuhan.

Selain siap meningkatkan Danais dia juga ingin ada transparan penggunaan dana tersebut. Jangan sampai ada jeritan dari masyarakat karena tidak mendapatkan danais.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DIY Agus Sulistyono menyatakan, PKB mendaftarkan caleg dengan jumlah sesuai persyaratan.

“Untuk caleg di DIY telah memenuhi kuota perempuan. Bahkan melebihi,” ujarnya kepada wartawan di Kantor KPU DIY.

Baca Juga :  Garis Polisi Terpasang di Lokasi Pabrik yang Cemari Sungai

Dia menargetkan ada peningkatan perolehan suara. Saat  ini PKB sudah melakukan konsolidasi struktural maupun kultural. “Kami optimistis perolehan suara tidak akan kurang dari pemilu-pemilu sebelumnyam,” ujarnya.

PKB masih mengandalkan suara dari kalangan nahdliyin. Khusus untuk caleg berusia muda dimaksudkan untuk mendulang suara dari generasi milenia.

Ketua DPD Partai Demokrat DIY, Heri Sebayang, kepada wartawan mengatakan partainya siap bangkit lagi. “Kami yakin ada kenaikan suara dan harus kerja keras,” ungkapnya usai mendaftar di KPU DIY.

Sedangkan  Komisioner Bawaslu DIY, Amir Syarifuddin, menyampaikan dari hasil pengawasannya, dia menemukan kekurangsiapan parpol terkait dengan persyaratan utama pendaftaran caleg. Hal ini terbukti pengurus parpol terpaksa bolak-balik ke kantor KPU DIY.

Karena pendaftaran caleg menumpuk di hari terakhir, hal itu cukup menyita waktu. Dia juga mengakui masih ada pengurus parpol kurang cermat.

“Misalnya ijazah dan alamat belum di-update. Bahkan ada tercantum dapil Bekasi. Mungkin kopi paste, lupa dihapus sehingga muncul dapil itu,” kata dia. (sol)