indonesia-harus-mampu-menjadi-penghasil-makanan-halal-terbesar-di-duniaKonferensi pers Jogja Halal Fest 2022 (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Indonesia harus Mampu Menjadi Penghasil Makanan Halal Terbesar di Dunia

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia juga menjadi salah satu negara konsumen makanan halal terbesar. Namun ironis, Indonesia belum menjadi negara penghasil makanan halal terbesar di dunia.


Peringkat nomor satu ini diduduki oleh Amerika Serikat dan menjadikan pekerjaan rumah terbesar bagi negara-negara muslim termasuk Indonesia, untuk menjadi produsen makanan halal di dunia.


Keadaan ini juga menjadi perhatian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY yang akan mengadakan Jogja Halal Fest 2022 (JHF#2) pada 3-6 November 2022 mendatang, yakni agar Indonesia juga dapat menjadi produsen makanan halal yang mampu bersaing.

"Ekonomi halal menjadi tren di Indonesia, yang membuat konsumsi makanan halal paling tinggi," kata Heroe Poerwadi, Ketua MES DIY saat konferensi pers pada Rabu (19/10/2022).


Ia mengatakan, setelah pandemi maka sistem produksi harus ditata kelola kembali, agar dapat membantu pelaku ekonomi terutama pelaku ekonomi syariah untuk dapat memperbaiki dan bangkit kembali.

Heroe menjelaskan, acara tersebut bukan hanya kegiatan jual beli, namun juga untuk membentuk ekosistem, agar sesama pelaku ekonomi syariah dapat saling memproduksi dengan lebih baik.

Sementara Ketua Panitia JHF#2 Sarwi Peni Wulandaru menambahkan, akan terdapat 14 jenis sektor yang mengikuti festival besar ini, di antaranya kosmetik, edukasi, makanan, media, industri, dan masih banyak lagi.

"Dari 350 stan yang ditawarkan, hingga saat ini telah terisi hampir 90 persen. Kami berharap stan yang disediakan dapat diisi penuh oleh pemilik usaha agar semakin banyak peminat yang akan datang," lanjutnya.

Antusiasme pelaku ekonomi syariah tersebut membuat penyelenggara Jogja Halal Fest #2 menargetkan akan ada 50 ribu lebih pengunjung yang datang. Perkiraan tersebut dilihat dari Jogja Halal Fest #1 yang telah dilaksanakan pada tahun 2018 dan mampu mencapai 35 ribu pengunjung.

Selain antusiasme dari pelaku ekonomi dalam negeri, JHF#2 kali ini menarik beberapa pelaku ekonomi syariah dari luar negeri, seperti Malaysia dan beberapa negara lainnya.

“Tentunya ini diharapkan dapat menjadi daya tarik baik bagi pelaku ekonomi syariah ataupun masyarakat yang akan berkunjung," tandasnya. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini