industri-tekstil-perlu-kolaborasi-dengan-umkmBupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melakukan pengawasan perkembangan usaha industri di PT Kusuma Sandang Mekarjaya, Balecatur Gamping. (istimewa)


Nila Hastuti
Industri Tekstil Perlu Kolaborasi dengan UMKM

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo terus melakukan pengawasan perkembangan usaha industri. Bersama jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), bupati meninjau PT Kusuma Sandang Mekarjaya (PT KSM) di Balecatur Gamping, Sabtu (19/11/2022).


Rombongan diterima GM  PT KSM, Iwan Susanto. Bupati Kustini mengaku pihaknya siap mendampingi usaha industri agar dapat semakin tumbuh dan berkembang.


Kustini juga menyampaikan harapannya agar industri besar dapat berkolaborasi dengan UMKM dan memberi manfaat bagi warga sekitar. Dengan begitu, tidak akan ada pegawai yang dirumahkan yang berdampak pada naiknya angka pengangguran.

"Kalau ada kendala, Pemkab Sleman siap untuk berdiskusi dan mencarikan solusi," kata Kustini.


Plh Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Tina Hastani, menyebutkan ada sekitar 1.500 karyawan yang saat ini bekerja di PT KSM ini.

Perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang tekstil ini pada 2022 hanya bisa memasarkan produknya di pasar lokal, karena permintaan dari luar negeri sudah tidak ada.

"Hal ini dikarenakan beberapa faktor, di antaranya gencarnya produk tekstil China membanjiri pasar Indonesia sehingga banyak industri tekstil dalam negeri gulung tikar,” ungkapnya.

Selain itu, teknologi yang digunakan juga tertinggal, masih banyak digunakan mesin lama serta nilai impor bahan baku yang semakin naik. (*)


TAGS: tekstil  industri 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini