Ingin Janggel Jagung Bernilai Ekonomis? Ini Salah Satu Caranya

85
Sri Purnomo menerima lukisan foto dirinya yang dibuat dari janggel jagung daru Owner Giowari Putra Craft (GWP) Craft  Stefanus Indri Sujatmiko, Selasa (13/03/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Janggel Jagung yang selama ini hanya dianggap sampah tidak berguna, oleh GWP (Giowari Putra Craft) ternyata mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Karena dari Janggel Jagung tersebut menghasilkan aneka produk kerajinan yang apik. Produk dari bahan baku Janggel Jagung tersebut antara lain lampu duduk/tiang, rumah mini hingga tugu mini, termasuk lukisan yang sangat eksklusif.

Hal tersebut terungkap saat GWP melakukan audensi dengan Bupati Sleman Sri Purnomo. Ikut mendampingi Bupati Sleman dalam audensi tersebut Kepala Dinas Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah Pustopo, Kepala Subag Ketahanan Ekonomi Bagian Perekonomian Setda Djoko Muljanto.

Sedangkan dari GWP dipimpin Owner GWP Craft  Stefanus Indri Sujatmiko didampingi beberapa personel dari GWP Craft. Sedangkan GWP Craft itu sendiri produk dan usahanya di  Minggir II RT 001 RW 003 Sendangagung, Minggir Sleman.

Baca Juga :  Pemuda Muhammadiyah dan NU Ikut Bersihkan Gereja Bedog

Sri Purnomo berharap agar dalam memproduksi sebuah kerajinan termasuk janggel jagung selalu memperhatikan faktor lingkungan dan keamanan. Termasuk harus menjaga kebersihan lingkungan baik limbah dari produk itu sendiri maupun polusi lingkungan.

Karena bahan baku dari janggel jagung tersebut berpotensi menimbulkan polusi. Yang jelas faktor kesehatan lingkungan dan udara harus dijaga dengan baik.

Disampaikan, agar produk tersebut laku dan menarik maka kualitas dan kemasan harus menjadi prioritas utama. Dengan bahan baku janggel jagung tersebut ternyata mampu menghasilkan produk yang mempunyai nilai jual yang tinggi, namun demikian keberlanjutan dan kelangsungan produk harus dijaga agar rutinitas produk bisa dipertahankan.

Yang tidak kalah pentingnya menurut Sri Purnomo adalah memperbaiki dulu produknya sendiri, kalau sudah berjalan dengan baik dengan produk yang terus menerus, termasuk proses dan kelancaran pemasaran. Karena proses pemasaran biasanya yang menjadi masalah dalam keberlanjutan sebuah produk.

Baca Juga :  Wisata Akan Menyejahterakan Kalau Harmoni

Sementara Stefanus Indri Sujatmiko menyampaikan keluhannya, bahwa faktor pemasaran yang selama ini menjadi masalah dan minta dukungan dari Pemkab Sleman agar mesalah