Ini Cara Anak-anak Sambut Ramadan Ramah Lingkungan

270
Anak-anak mengikuti Kerja Bakti Bersih Sampak Pantai Jetis di Kecamatan Grabag. Mereka secara manual memungut sampah denga tangan mereka. (hery priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Banyak cara warga dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan. Ada yang melaksanakan dengan menggelar Ritual Padusan Masal. Ada yang menggelar pawai atau kirab dan sebagainya. Cara berbeda dan unik dilakukan oleh ratusan warga Kelurahan Kutoarjo RW 11 Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo, dalam menghadapi Bulan Penuh Hikmah tahun ini.

Warga justru memilih menggelar acara kerja bakti dan gotong royong membersihkan sampah laut. Lokasi yang dipilih adalah Kawasan Pantai Wisata Jetis di Kecamatan Grabag. Ratusan warga yang terdiri dari tua, muda serta anak-anak bergotong royong membersihkan sampah yang tercecer di lokasi Pantai Wisata Jetis itu. Kegiatan mereka dilaksanakan lusa kemarin, tepatnya pada Hari Minggu (13/05/2018) pagi.

Baca Juga :  Jalur Lintas Selatan Difungsikan Saat Lebaran

Caranya, mereka secara berkelompok menyebar membawa kantong plastik dan memungut dengan tangan mereka sampah-sampah yang tercecer di kawasan pantai.

Ketua RW 11 Kecamatan Kutoarjo, Endang, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut selain bertujuan untuk menghadapi Bulan Ramadan, segenap orang tua juga berkesempatan mendidik anak-anak mereka untuk mencintai lingkungan.

“Ini kami lakukan dengan sukarela dan dengan senang hati. Bersih sampah di Pantai Jetis ini selain untuk menjaga kebersihan dan kesehatan juga untuk sarana rekreasi yang lebih positif,” ungkap Endang.

Sebanyak 180 orang dewasa dan anak-anak terlibat gotong royong membersihkan sampah-sampah bekas dari sisa kunjungan wisatawan. “Justru yang paling senang adalah anak-anak. Yang remaja dan dewasa kadang justru merasa malu dan jijik,” ujarnya.

Baca Juga :  ACT Sapa Warga Terdampak Erupsi Merapi

Tokoh Pemuda Kutoarjo, Iwan Suyatno alias Badut (43) menambahkan bahwa kegiatan positif bersih sampah pantai ini akan dijadikan tradisi tahunan. “Saya berharap ini bisa menjadi contoh daerah lain. Dalam menghadapi Bulan Suci Ramadan, sebaiknya disambut dengan suka cita dan diisi dengan kegiatan sosial,” sergah Badut.

Sampah-sampah hasil kerja bakti tersebut dipilih. “Yang bermanfaat kami pilih dan kami buang yang tidak bermanfaat langsung kami musnahkan dengan cara kami bakar,” ucap Badut.