atas1

Ini Cara Masyarakat Madani Atasi Radikalisme

Selasa, 19 Feb 2019 | 12:10:45 WIB, Dilihat 737 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Ini Cara Masyarakat Madani Atasi Radikalisme Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mukti menyampaikan paparan dalam ICONProcs2019 di kampus 4 UAD Yogyakarta, Selasa (19/2/2019).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Arcadaz Kembalikan Dunia 90an


KORANBERNAS.ID -- Hubungan antarnegara, khususnya di tingkat Asia Tenggara semakin baik saat ini. Kerjasama dalam bidang pendidikan budaya menjadi pemersatu kerjasama negara-negara di Asia Tenggara.

Siapa sangka upaya kerjasama tersebut mampu mengatasi persoalan radikalisme yang berkembang di Asia Tenggara sekitar Tahun 1990n hingga 2000an.

"Sempat tahun 90an sampai 2000an, interaksi kelompok radikal banyak berkembang di negara-negara asia tenggara sehingga home ground radikalisme akhirnya muncul di negara-negara ini. Namun dengan adanya kerjasama dalam bidang pendidikan dan budaya sejak beberapa tahun terakhir, masalah radikalisme biss diatasi bersama," papar Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mukti disela International Conference on Progressive Civil Society (ICONProcs2019) di kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Selasa (19/2/2019).

Karena itulah kekuatan masyarakat madani perlu lebih diperkuat selaib sektor pendidikan dan budaya. Kerjasama di bidang ekonomi, sosial, politik dan lainnya mendesak dilakukan.

Apalagi Asia Tenggara diprediksi akan menjadi kawasan yang maju dan makmur. Negara-negara di Asia Tenggara bisa hidup berdampingan ditengah keberagaman.

Muhammadiyah dalam hal ini sudah memulai dengan menggelontorkan beragam kerjasama. Selain memberikan beasiswa bagi pelajar-pelajar di beberapa negara, organisasi masyarakat itu juga ikut berperan mengatasi konflik agama bagi komunitas muslim di sejumlah negara seperti Myanmar dan Vietnam.

"Muhammadiyah juga menjajagi kerjasama dalam bidang mikro ekonomi dan pemberdayaan perempuan. Hal ini bisa ditransformasikan ke asia tenggara sehingga kerjasama bisa terbangun lebih baik lagi," tandasnya.

Sementara Dr Dody Irawati, ketua panitia konferensi mengungkapkan pertemuan yang diikuti perwakilan beberapa negara Asia Tenggara kali ini membahas beragam isu. Hasilnya nanti bisa dijadikan resume untuk diterapkan bersama.

"Pembahasan konferensi tidak hanya bidang pendidikan namun juga ekonomi, budaya, politik, sosial dan lainnya," imbuhnya.(yve)

 



Selasa, 19 Feb 2019, 12:10:45 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 571 View
Arcadaz Kembalikan Dunia 90an
Selasa, 19 Feb 2019, 12:10:45 WIB Oleh : Sari Wijaya 443 View
Siapapun Pemimpinya, Agama Harus Dijaga
Selasa, 19 Feb 2019, 12:10:45 WIB Oleh : B Maharani 597 View
Sempat Mangkrak, Sendangmulyo Kini Punya Gedung Bulutangkis

Tuliskan Komentar