Ini Peringatan untuk Warga Penolak Bandara

5478
Jalan Daendels akan ditutup sehubungan dimulainya pembangunan bandara. Pemancangan beton-beton di dalam pagar area bandara sudah dilakukan. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Jalan Daendels di wilayah Kabupaten Kulonprogo akan ditutup bagi mobil dan sejenisnya. Arus kendaraan dialihkan dari Brosot maupun Congot ke arah utara melewati jalan Temon menuju Bendungan, Wates, Brosot dan Sentolo, atau arah sebaliknya.

Sedangkan ruas Jalan Daendels di area kawasan pembangunan bandara akan ditutup secara total. Bulan ini, sudah dilaksanakan sosialisasi penutupan jalan yang dikelola oleh Provinsi DIY itu.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan penutupan jalan dilakukan karena pembangunan bandara akan segera dimulai.

“Jadi desainnya, JJLS (Jalur Jalan Lintas Selatan) ada kira-kira panjang 700 meter itu berada di bawah terminal (bandara) dibuat underpass. Jadi otomatis untuk membangun itu harus ditutup,” tutur Sultan, Senin (12/03/2018).

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menganggap penutupan jalan tersebut merupakan peringatan bagi warga penolak bandara terkait kemudahan akses masuk dan keluar lahan bandara.

Kawasan tersebut bisa sewaktu-waktu secara ditutup total untuk pembangunan landasan pacu dan lain sebagainya, mengingat kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai kawasan Izin Penetapan Lokasi pembangunan NYIA (New Yogyakarta International Airport).

“PT Angkasa Pura memiliki hak menutup jalan, karena wilayah tersebut merupakan area sesuai dengan IPL. Pentutupan jalan itu warning bagi warga (penolak bandara). Bisa saja sewaktu-waktu diurug untuk kepentingan landasan pacu, bisa betul-betul ditutup,” katanya.

Baca Juga :  Pemuda dari Berbagai Negara Ikuti Peringatan Waisak di Candi Mendut

Penutupan Jalan Daendels untuk mendukung aksesibilitas transportasi yang bersinergi dengan NYIA.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU PKP) Kulonprogo, Nurcahyo Wibowo, menjelaskan rencananya underpass tersebut akan dibangun sepanjang satu kilometer, berada di bawah trase Jalur Jalan Lintas Selatan Congot-Ngreneng.

“DPU PKP Kulonprogo telah diundang oleh Koodinator Bidang Perekonomian untuk dimintai masukan atas desain dan konsep konstruksi underpass yang sekiranya sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata dia, Selasa (13/03/2018).

Nurcahyo menuturkan, Perwakilan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional, unsur Dirjen Perhubungan Kementerian Perhubungan juga hadir dalam saat yang sama.

Di dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai pembangunan underpass yang ditargetkan dapat diselesaikan bersamaan dengan pekerjaan pembangunan NYIA.

Dalam konsep awal, lokasi underpass akan berada di bawah JJLS, di sebelah utara terminal NYIA, berdekatan dengan tempat parkir dan Stasiun Kereta Api NYIA.

Untuk sementara, konsep besar tersebut sudah berstatus final, namun untuk detail dan teknis masih dimungkinkan terus berkembang.

Baca Juga :  Wisata Sungai Ibarat Gajah di Pelupuk Mata

Akibat pembangunan underpass, maka JJLS di wilayah itu akan dibangun berbelok, menyesuaikan desain NYIA.

Desain underpass menjadi tugas Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan pembebasan lahan menjadi tugas Pemerintah DIY.

Dalam tahapan perencanaan pembangunan underpass yang menjadi salah satu jalan akses menuju NYIA ini, pemerintah pusat akan terlebih dahulu melakukan sinkronisasi dengan pekerjaan pembangunan NYIA.

“Pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 305 miliar,” tambahnya.

Warga Dusun Sidorejo Desa Glagah, Sutrisno,  mengatakan tidak mempersoalkan penutupan jalan Daendels oleh pihak pelaksana proyek NYIA dan Pemerintah Daerah. Karena hal itu bukan menjadi urusan mereka.

“Masih banyak jalan yang bisa kami lalui, kami bisa jalan menuju lahan kami. Tapi kenapa jalan itu harus ditutup? Padahal jalan itu jalan umum,” kata dia.

Sedang warga Dusun Bapangan Desa Glagah, Tuginah, menyatakan tidak melihat adanya penutupan jalan maupun pemasangan portal sebagai penghalang mereka beraktivitas.

Menurut dia, pada dasarnya jalan tersebut bukan hanya dilewati oleh warga terdampak, melainkan juga orang banyak. (sol)