ini-saran-sby-soal-pemotongan-anggaranSilaturahim SBY dengan warga Yogyakarta di Rotowijayan, Sabtu (27/10/2018) malam. (sholihul hadi/koranbernas.id)


sholihul
Ini Saran SBY Soal Pemotongan Anggaran

SHARE

KORANBERNAS.ID – Berpengalaman memimpin Indonesia selama sepuluh tahun, Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono memberikan masukan untuk pemerintahan sekarang.


Salah satu saran yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat itu terkait dengan pemotongan anggaran. SBY menyadari sekaligus mengerti anggaran pemerintah saat ini berkurang.

  • SBY Akui Punya Kenangan Panjang di Yogyakarta
  • Ini Instruksi SBY untuk Semua Caleg Demokrat

  • Hal ini berdampak pada melambatnya perekonomian sehingga pemerintah terpaksa melakukan pemotongan anggaran.

    “Saya mengerti, anggaran pemerintah berkurang. Pemerintah berhemat. Pendapat saya, pengurangan angggaran mestinya dibicarakan secara baik-baik, bukan anggaran yang sangat diperlukan oleh rakyat,” ujarnya, Sabtu (27/10/2018) malam di Rotowijayan, saat bersilaturahim dengan warga Yogyakarta.

  • Relawan Nusantara Prabowo Sandi Kompak
  • Indonesia Terus Upayakan Perdamaian Israel-Palestina

  • Pernyataan ini dia sampaikan ketika menanggapi masukan dari Sri Puji Lestari mewakili kelompok lanjut usia terkait dengan pemotongan anggaran lansia.

    “Saya dan Ibu Ani juga lansia. Saya berpendapat. Berpendapat itu sah. Saran saya, mengurangi anggaran jangan yang sangat diperlukan oleh rakyat kita. Yang menyangkut hajat hidup sebaiknya tetap dianggarkan,” kata dia.

    Dia juga menyampaikan, sewaktu menjadi presiden RI dirinya mengeluarkan kebijakan pembangunan diprioritaskan untuk manusianya.

    Salah satunya sektor pendidikan. Anak-anak sejak usia dini perlu memperoleh pendidikan yang baik. Mereka tidak hanya dididik agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi harus memiliki akhlak dan moral yang baik.

    “Waktu saya mempimpin Indonesia, pembangunan manusia saya utamakan. BOS, beasiswa Jamkesmas, BPJS, PNPM, saya naikkan gaji guru, TNI dan Polri. Pembangunan itu hakikatnya untuk manusianya. Meskipun infrastruktur penting namun jangan sampai pembangunan manusia tidak diutamakan,” paparnya.

    Menanggapi masukan perwakilan petani garam Gunungkidul, Sukidi,  dalam kesempatan itu SBY menyatakan industri garam perlu memperoleh bimbingan pemerintah mulai dari teknologi hingga permodalan.

    “Jangan sampai kita kebingungan, bayangkan garam harus impor padahal dalam negeri bisa memproduksi garam. Jika industri garam tidak dibimbing maka kalah bersaing dengan industri dari luar negeri,” kata SBY. (sol)


    TAGS: presiden politik 

    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini