Rabu, 04 Agu 2021,


ini-yang-harus-dilakukan-agar-jumlah-kunjungan-ke-museum-tidak-terus-merosotRully Andriadi, Kabid Pemeliharaan dan Pengembangan Sejarah, Bahasa, Sastra dan Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Ini Yang Harus Dilakukan Agar Jumlah Kunjungan ke Museum Tidak Terus Merosot

SHARE

KORANBERNAS ID, YOGYAKARTA -- Sebagi Kota Perjuangan, Yogyakarta memiliki puluhan museum. Beragam museum mulai dari Museum Pendidikan, Perjuangan, Kebudayaan, Biologi hingga Gunugng Api juga menjadi salah satu destinasi wisata yang kerap dikunjunginya oleh wisatawan yang datang ke Yogyakarta.

Sebelum pandemi Covid-19 kunjungan ke seluruh museum di DIY mencapai 5 juta dalam setahun. Namun saat pandemi global Covid-19 yang dibarengi dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), secara bertahap menyebabkan kunjungan destinasi wisata di seluruh Yogyakarta menurun, termasuk museum.

Angka kunjungan museum di DIY pun dikhawatirkan semakin turun pada tahun ini. Sejak awal pandemi, angka kunjungan museum di DIY turun lebih dari 50 persen pada 2020 lalu dibandingkan pada 2019 yang mencapai 5 juta orang.

"Padahal museum-museum swasta itu hidup dari tiket masuk pengunjung. Kalau tidak ada pengunjung yang datang, maka mereka tidak bisa membayar karyawan sehingga lebih memilih tutup selama pandemi," ungkap Bambang Widodo, Ketua Badan Musyawarah Museum (Barahmus) DIY, di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (15/6/2021).

Bambang melanjutkan, perlu membuat acara yang inovatif dan kreatif, termasuk membuat acara virtual, acara yang menarik, sehingga walaupun hanya sebagian museum yang buka, maka museum lain yang belum benar-benar buka bisa menawarkan konsep baru.

"Sebenarnya sudah kita fasilitasi dengan bantuan APD dengan alat thermo gun dan dengan tempat cuci tangan tapi [banyak museum] belum bisa buka. Ya mungkin SDM, mungkin juga karena masih kendala PPKM karena kasus covid-19 masih tinggi, jadi belum bisa untuk buka," lanjutnya.

Menurut Bambang, banyak sumber daya manusia di sejumlah museum yang dirumahkan selama pandemi. Tidak adanya pemasukan membuat operasional museum akhirnya tidak berjalan.

Sementara Kabid Pemeliharaan dan Pengembangan Sejarah, Bahasa, Sastra dan Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY, Rully Andriadi, mengungkapkan dukungan sejumlah stakeholder diperlukan untuk kembali memulihkan museum pasca pandemi. Diantaranya mengajak Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY dan pengelola wisata untuk menawarkan paket-paket wisata ke museum bagi para tamunya.

"Saya akan mengajak teman-teman dari public relations and sales atau front office hotel untuk saya ajak ke museum-museum untuk memperlihatkan ini loh bahwa museum-museum kita punya potensi yang bisa menjadi tujuan wisata. Diharapkan PHRI bisa merespon kunjungan di museum ini juga bisa lewat dari teman-teman di perhotelan," paparnya.

Dengan menerapkan protokol kesehatan, Rully optimis angka kunjungan ke museum bisa meningkat. Apalagi di masa pandemi ini masyarakat sudah jenuh berada di rumah dan butuh hiburan.

Namun Rully berharap pengelola museum memiliki kesiapan bila kerja sama dengan sejumlah stakeholder diberlakukan. Dengan demikian paket-paket wisata bisa dinikmati pengunjung dengan optimal.

"Yang jelas kami optimis museum bisa ambil bagian di sini karena masyarakat sudah mulai jenuh di rumah saja. Salah satunya museum siap untuk dikunjungi dan aman untuk wisata di Jogja," tandasnya. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini