Inilah Obyek Wisata Legendaris di Kebumen

161
Pengunjung menikmati perahu wisata Waduk Sempor. Pokdarwis berhasil menggerakkan lagi gairah wisata di waduk ini. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Obyek wisata Waduk Sempor sekitar 5 km arah utara Kota Gombong,  kembali menggeliat, setelah sempat surut dan kalah bersaing dengan obyek wisata baru yang bermunculan di Kebumen.

Menggeliatnya obyek wisata legendaris ini, seperti dituturkan pegiat wisata Sigit Asmodiwongso kepada koranbernas.id, beberapa waktu lalu, setelah ada desa wisata dan pokdarwis.

Melejitnya pamor Waduk Sempor setahun belakangan tak lepas dari semakin rapinya komunikasi dan kolaborasi antara Pemkab Kebumen dengan komunitas lokal, dalam hal ini Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mukti Marandesa Sempor.

Apabila konsep kerjasamanya diperbaiki, bukan tak mungkin pola kerja sama di Waduk Sempor akan menjadi salah satu pola teladan (role model) bagi pengelolaan obyek wisata milik pemerintah daerah lainnya.

Di Waduk Sempor, pemerintah daerah memiliki kewenangan menarik retribusi dengan besaran sesuai peraturan daerah.

Pemda juga memiliki kewajiban melakukan pemeliharaan beberapa fasilitas seperti pendapa dan taman bermain di sekitar waduk.

Sedangkan fasilitas lain serta kondisi lingkungan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah, Balai Besar Sungai Serayu Opak, Perhutani serta Kantor Pengelola Waduk Sempor dan masyarakat.

Baca Juga :  Tiwul Instan " Mais", Jajanan Baru Temanggung

Masyarakat sekitar juga memiliki kesempatan untuk memperoleh dampak positif dari keberadaan Waduk Sempor dengan mengolah berbagai fasilitas pendukung seperti kuliner dan toilet. Dan yang lebih penting pengadaan berbagai atraksi wisata.

“Sejak setahun ini, kami Pokdarwis Muktimarandesa,  intens menggali potensi waduk untuk semakin menarik perhatian pengunjung. Atraksi dan kesiapan fasilitas tentu akan menambah jumlah pengunjung yang akan berdampak positif baik bagi penduduk lokal maupun bagi pendapatan asli daerah  Kebumen,” kata Sigit.

Dampak positif lainnya adalah semakin terasanya ikatan (engagement) antara masyarakat lokal dengan Waduk Sempor.

Aman dan nyaman

Salah satu indikatornya, anak muda setempat semakin peduli dengan kondisi keamanan yang sempat dipandang rawan di malam hari.

Mereka memiliki kesadaran tinggi untuk memastikan wisatawan selalu merasa aman dan nyaman berwisata di sini.

Menurut Sigit, aspek yang harus diperhatikan untuk mewujudkan sinergi ini, adalah kesadaran kedua belah pihak yakni pemerintah dan masyarakat, untuk saling menghormati.

Baca Juga :  Warga Pakai Tangga Dekati Sumber Api di Lantai Dua

Yang ideal memang pemerintah memiliki kewenangan penuh dalam hal retribusi masuk. Sedangkan atraksi dan jasa wisata ikutan seyogianya diserahkan ke masyarakat lokal, bahkan atraksi tersebut diadakan di area wisata.

“Kami berharap, pemerintah  memberikan ruang yang lebih luas bagi partisipasi masyarakat lokal,” tandas Sigit.

Hal lain yang juga penting, katanya, adalah kesadaran masyarakat untuk berani berkreasi dan bekerja keras menggali potensi.

“Bukan rahasia umum bahwa di beberapa tempat masih ada kelompok masyarakat yang mengambil jalan mudah dengan ikut-ikutan menarik retribusi, bahkan tak jarang terjadi pemalakan. Ini menjadi perhatian kami semua,” lanjutnya.

Pemerintah juga dituntut memberi akses yang luas bagi partisipasi masyarakat serta memberikan fasilitas yang diperlukan, dengan tetap menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama.

“Contoh yang jelas adalah penyediaan perahu naga dan banana boat yang dikelola pokdarwis dengan sistem bagi hasil,” kata Sigit. (sol)