Kamis, 25 Feb 2021,


isolasi-mandiri-bupati-sleman-tetap-pimpin-musrenbangBupati Sleman, Sri Purnomo, ketika memimpin Musrenbang melalui meeting Zoom. (istimewa)


Nila Hastuti
Isolasi Mandiri, Bupati Sleman Tetap Pimpin Musrenbang

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Masih dalam masa isolasi mandiri, Bupati Sleman Sri Purnomo memimpin acara Musrenbang melalui Zoom meeting yang membahas RKPD Kabupaten Sleman tahun 2022, dari Rumah Dinas Bupati, Senin (25/1/2021). Pejabat yang diundang dalam Musrenbang ini meliputi Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Sleman, Penewu dan Lurah.

Bupati Sri Purnomo menyampaikan, Musrenbang dapat dijadikan sarana untuk berkoordinasi dan berbagi peran dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Kabupaten Sleman serta sarana memberikan saran dan masukan yang sangat berarti dalam penyusunan RKPD Kabupaten Sleman tahun 2022.


Penyelenggaraan Musrenbang RKPD Tahun 2022 ini dapat terlaksana sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan. Dengan proses perencanaan yang tepat waktu, diharapkan dapat menjadi pendorong terselenggaranya proses penyusunan pengang garan tahun 2022 yang juga tepat waktu, tepat sasaran dan memberikan outcome yang optimal, serta benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Sleman.

Dengan berpedoman pada arah pembangunan berdasarkan RPJPD Kabupaten Sleman dan kondisi pandemi Covid-19 yang masih terus terjadi, maka indikasi Tema Pembangunan Tahun 2022 adalah “Mempercepat Kebangkitan Ekonomi dan Pemulihan Kondisi Sosial Masyarakat Sleman”.


"Hal ini merupakan bentuk respon dari Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap Pandemi Covid-19. Kebangkitan ekonomi dan pemulihan kondisi sosial masyarakat merupakan upaya pemulihan dampak Pandemi Covid-19. Mengingat kita tidak tahu kapan pandemi Covid-19 ini berakhir," kata Sri Purnomo.

Penyusunan RKPD Kabupaten Sleman tahun 2022 ini, lanjut Sri Purnomo, dilaksanakan dengan menggunakan empat pendekatan. Yaitu pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, bottom-up dan top-down. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, sinergitas antar wilayah, antar ruang dan antar waktu serta antar urusan pemerintahan dan para pemangku kepentingan pembangunan daerah sehingga upaya menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Sleman dapat dilakukan secara terintegrasi dan komprehensif.

RKPD Kabupaten Sleman tahun 2022 merupakan pelaksanaan tahun keenam belas dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2006-2025 dan akan menjadi pelaksanaan tahun kedua dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026.

Bagi Perangkat Daerah (PD), RKPD merupakan pedoman untuk menyempurnakan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja-PD) dalam rangka mempersiapkan Rencana Kerja Anggaran (RKA-PD) tahun 2022.

Sementara Kepala Bappeda Sleman, Kunto Riyadi, menyebut terdapat 7 prioritas dalam RKPD tahun 2019, yaitu kesejahteraan masyarakat, kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur, kebudayaan dan lingkungan hidup.

Sementara itu untuk target makro daerah tahun 2020 untuk pertumbuhan ekonomi 3,41 naik dari sebelumnya tahun 2021 sebesar 2,71 dan untuk tahun 2020 anjok 0,16 dari sebelumnya tahun 2019 yang mencapai 5,48 (realisasi 6,49).

Untuk penduduk miskin pendapatan per kapita masyarakat yang melambat disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang menurun dan meningkatnya pengangguran menyebabkan prosentase mengalami kenaikan menjadi 8,12 dari tahun sebelumnya 7,41 dan untuk tahun 2021 diproyeksikan mengalami penurunan menjadi 7,71 dan untuk tahun 2022 mengalami peningkatan menjadi 8,1.

Kunto juga menyampaikan 6 target kinerja layanan dasar yakni pendidikan dengan target lama sekolah 16,68 tahun, rata-rata lama sekolah 10, 85 tahun, angka partisipasi murni 85,97 dan angka partisipasi kasar 100.

Selanjutnya meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, meningkatkan perlindungan sosial dan jaminan sosial bagi penduduk Sleman.

Sementara dalam bidang PU yakni meningkatkan ketahanan pangan melalui cakupan Daerah Irigasi, Peningkatan akses air minum layak dan aman (termasuk 30 % perpipaan) dan Meningkatkan konektifitas Kawasan.

Bidang Perumahan berupaya meningkatnya akses masyarakat terhadap perumahan yang layak, aman, dan terjangkau sebesar 99,70 %.

Bidang keamanan dan ketertiban serta penanganan kebakaran. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini