Minggu, 24 Okt 2021,


jangan-sampai-wawasan-kebangsaan-terdegradasiKNPI Sleman selenggarakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bimbingan teknis OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) bagi anggota KNPI Sleman, Minggu (26/9/2021). (istimewa)


Nila Hastuti
Jangan Sampai Wawasan Kebangsaan Terdegradasi

SHARE

KORANBERNAS.ID,SLEMAN--Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sleman menyelenggarakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bimbingan teknis OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) bagi anggota KNPI Sleman, Minggu (26/9/2021) di Puri Mataram Sleman. Acara dibuka oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, turut hadir Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sleman Agung Armawanta dan Ketua Umum KNPI Sleman periode 2020-2023 Khusnudin


Bupati Kustini mengatakan penyelenggaraan sosialisasi wawasan kebangsaan ini merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan serta memperkokoh semangat dan rasa kebangsaan generasi muda. Upaya tersebut perlu terus dilakukan mengingat seiring dengan perkembangan di bidang politik, sosial, ekonomi dan budaya di Indonesia wawasan kebangsaan masyarakat  semakin memudar.

  • Pergelaran Macapat Massal Libatkan 250 Peserta
  • TMMD Selesai dengan Hasil Memuaskan

  • "Kondisi tersebut apabila tidak segera ditanggulangi akan mendorong terjadinya degradasi nasionalisme," kata Kustini.

    Karena itu lanjut Kustini, wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kesatuan tersebut bersifat kultural, mengandung satu kesatuan ideologi, politik, sosial budaya, ekonomi, serta pertahanan dan keamanan.

  • Beragam Masalah Hambat Tumbuhnya BUMDes
  • Tim Mabes TNI Tinjau TMMD Sleman

  • "Menanamkan wawasan kebangsaan pada generasi milenial, tidaklah mudah. Sebab, generasi milenial hidup di tengah canggihnya teknologi, yang telah menghilangkan batas teritori, dan mengubah masyarakat secara dinamis," tambahnya.

    Teknologi komunikasi dan informasi telah mengubah perang konvensional menjadi perang modern mengubah pola pikir dengan menggunakan teknologi, media massa, dan cyber war. Generasi muda merupakan elemen masyarakat yang mudah terpengaruh karena mereka sedang mencari jati diri.

    Menurut Kustini dalam menanamkan wawasan kebangsaan kepada generasi milenial, harus dilakukan dengan cara yang kekinian. Sebab generasi milenial hidup di zaman yang jauh berbeda. Penanaman wawasan kebangsaan bagi generasi milenial dapat dilakukan dengan cara-cara yang mengasyikan.

    Seperti membuat vlog yang pesannya tentang kepahlawanan, sejarah Indonesia, dan nilai-nilai Pancasila. Atau  membuat tik tok dengan muatan internalisasi terhadap nilai-nilai Pancasila. Sehingga aplikasi yang ada tidak sekadar untuk main-main tetapi juga untuk edukasi.

    Bupati Kustini juga berharap kepada generasi muda untuk dapat berperan aktif dalam memerangi Covid-19 dengan aktif mendisiplinkan keluarga, lingkungan dan masyarakat sekitar dalam menerapkan protokol kesehatan dan mengajak untuk mensukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

    Selain itu juga kepada generasi muda untuk dapat kreatif dan inovatif  menjadi kaum muda mileniel yang mampu menjadi pelaku ekonomi untuk membangkitkan kembali roda perekonomian masyarakat.

    Kustini juga menawarkan agar nanti kaum muda mau menjadi petani milinial yang menjadi salah satu programnya mencetak 1000 petani milenial. 

    "Bertani tidak mesti hanya menanam padi dan kena lumpur yang kotor namun bisa menanam produk holtikultura dengan memanfaatkan teknologi modern yang hasilnya akan dapat mengangkat ekonomi masyarakat,” tutur Kustini. (*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini