jumlah-penumpang-kereta-api-jarak-jauh-belum-mengalami-kenaikanKepala Daop 5 Purwokerto PT KAI Daniel Johanes Hutabarat didampingi Asisten 2 Sekda Kebumen Nugroho Tri Waluyo menanam pohon di Stasiun KA Kebumen. (nanang w hartono/koranbernas.id)


Nanang W Hartono
Jumlah Penumpang Kereta Api Jarak Jauh Belum Mengalami Kenaikan

SHARE

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN – Kepala Daerah Operasi (Daop) 5 PT Kereta Api Indonesia (KAI) Purwokerto, Daniel Johanes Hutabarat, menyatakan jumlah penumpang kereta api jarak menengah dan jauh belum mengalami kenaikan.


Rata-rata jumlah penumpang setiap kereta api sekitar 40 persen dari jumlah maksimal yang dibolehkan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 80 persen dari kapasitas kursi yang tersedia.

  • KA Joglosemarkerto Resmi Meluncur
  • PT KAI Luncurkan KA Joglosemarkerto, Diskon 10 Persen

  • “Aturan pengguna moda kereta api masih diwajibkan menggunakan hasil tes antigen dengan hasil nonreaktif untuk jarak menengah dan jauh,” ujarnya di sela-sela penanaman pohon di Stasiun KA Kebumen, Selasa (1/2/2022).

    Seorang penumpang KA Joglosemar dari Yogyakarta tujuan Kebumen, Andika, mengaku biaya tes antigen dari sebuah klinik yang diperoleh Senin (31/1/2022) lebih mahal dari harga tiket kereta api. "Biaya tes antigen kemarin Rp 125.000. Ongkos kereta Jogja-Kebumen Rp 70.000," kata Andika.

  • Komik Si Loko, Jenaka dan Menghibur
  • Wah, Stasiun Tugu Bakal Tampung 14 Ribu Penumpang

  • Lebih lanjut Daniel Johanes Hutabarat mengatakan penanaman pohon di lingkungan stasiun sebagai wujud PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto menyukseskan program Gerakan BUMN Hijaukan Indonesia.

    Pohon yang ditanam jenis Tabebuya dan Ketapang Kencana di beberapa stasiun di wilayah Daop 5 Purwokerto. Aksi penghijauan di ruang publik dipusatkan di Stasiun Kebumen. Adapun total pohon yang ditanam sejumlah 100 dengan alokasi masing-masing stasiun sejumlah 25 pohon.

    Penanaman dilakukan di Stasiun Kebumen, Kutoarjo, Slawi dan Prupuk. Program ini ditujukan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan dapat menangkal polusi udara.

    Gerakan yang di-launching Direktur Utama PT KAI pada Selasa (7/12/2021) itu terus disosialisasikan ke seluruh insan KAI agar tidak berhenti sebagai satu simbol tetapi sekaligus membangun kesadaran mengenai lingkungan.

    Hal ini juga sejalan dengan Program Direktorat Operasi KAI, “Green Operation” yaitu menghijaukan lingkungan kerja dengan adanya tanaman-tanaman bunga serta lingkungan stasiun dengan penanaman pohon.

    Penghijauan di Daop 5 Purwokerto berupa penanaman 50 pohon di Stasiun Purwokerto jenis Tabebuya dan Ketapang Kencana. 30 pohon jenis Trembesi telah ditanam oleh Direktur Operasi KAI di sejumlah stasiun di wilayah Daop 5.

    Langkah penghijauan di stasiun juga dilakukan dengan pembuatan taman-taman pada area stasiun yang merupakan bagian dari peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

    Dengan semakin banyak stasiun yang indah maka pelanggan merasa nyaman saat akan menggunakan layanan kereta api. Lingkungan yang asri juga akan menyejukkan dan indah dari sudut estetika.

    KAI selalu melakukan langkah-langkah inovasi terobosan, baik yang langsung berpengaruh pada kinerja perusahaan maupun secara tidak langsung,.

    Manajer Humas Daop 5 Purwokerto, Ayep, menambahkan penghijauan di stasiun KA Kebumen atas kontribusi dari Dinas Kelautan Kabupaten Kebumen yang telah memberikan 35 pohon Ketapang Kencana, Glodogan Pecut, Tabebuya dan Beringin.

    Hal ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Gerakan KAI dalam BUMN Hijaukan Indonesia ini diharapkan dapat memberikan kontribusi mengurangi pemanasan global sekaligus membantu pencapaian target pemerintah emisi nol pada tahun 2060. (*)


    TAGS: stasiun  Kebumen 

    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini