Kamis, 22 Apr 2021,


kapolri-luncurkan-aplikasi-dumas-presisi-jamin-proses-aduan-masyarakatKapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. (istimewa)


Rosihan Anwar
Kapolri Luncurkan Aplikasi Dumas Presisi, Jamin Proses Aduan Masyarakat

SHARE

KORANBERNAS.ID, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi meluncurkan Aplikasi Pengaduan Masyarakat Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan (Dumas Presisi). Hal itu dilakukan untuk mewujudkan transparansi serta handling complain bagi masyarakat luas.


Launching aplikasi Dumas Presisi tersebut dilakukan saat kegiatan Rakerwas Itwasum Polri Tahun Anggaran 2021, Rabu (24/02/2021), di Gedung Rupatama Mabes Polri Jakarta Selatan.


“Maksimalkan Aplikasi Dumas Presisi dan sosialisasikan kepada masyarakat. Aplikasi ini merupakan wujud handling complain dan transparansi Polri dalam membentuk sistem pengawasan oleh masyarakat dengan cepat, mudah dan terukur,” kata Sigit.

Kapolri meminta jajaran Itwasum Polri menjadikan momentum ini sebagai sarana berbagi informasi dan merumuskan cara bertindak menangani berbagai permasalahan tugas di lapangan.


“Serap setiap informasi yang disampaikan para narasumber, sebagai upaya memperkaya wawasan serta menyempurnakan strategi, teknis dan cara bertindak di lapangan,” ujar eks Kabareskrim Polri itu.


Tak hanya itu, Sigit menginstruksikan untuk merajut kerja sama dan sinergitas lintas fungsi dan sektoral, bersama institusi pemerintah, APIP dan pengawas eksternal independen.


“Lakukan evaluasi tugas-tugas di bidang pengawasan dan pemeriksaan, baik yang dilaksanakan secara rutin maupun khusus,” ucap mantan Kapolda Banten tersebut.

Kemudian, Sigit menekankan Rakerwas ini juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan pemikiran yang out of the box dalam rangka mengantisipasi kemungkinan penyimpangan yang dilakukan anggota dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.

Terpisah, Kabid Humas Polda DIY Kombes Polisi Yuliyanto, menyampaikan aplikasi Dumas Presisi untuk menjamin transparansi laporan atau aduan yang berasal dari masyarakat. Kapolri ingin memberikan kepastian kepada masyarakat yang melapor.

“Jadi tidak ada lagi istilahnya, tidak diurus, berlarut-larut dan kasus yang mangkrak bertahun-tahun,” ujar dia.

Masyarakat juga dapat memantau sejauhmana laporan yang telah dibuat pada Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPKT). “Masyarakat juga bisa memantau lewat aplikasi Dumas Presisi itu sudah sampai mana ditindaklanjuti oleh kepolisian,” tandasnya. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini