Senin, 06 Des 2021,


karya-ronnie-jiang-memikat-publik-di-parisPameran Déstructuralisme Figuratif Art Project 2021 di Paris. (istimewa)


Sholihul Hadi
Karya Ronnie Jiang Memikat Publik di Paris

SHARE

KORANBERNAS.ID, PARIS -- Seorang pelukis kontemporer asal Indonesia, Ronnie Jiang, berhasil memikat perhatian publik tatkala memamerkan karyanya selama delapan hari, 13-21 Oktober 2021, di Pavillon 18 Parc Floral de Paris, Prancis.


Pameran Déstructuralisme Figuratif (DF) Art Project 2021 itu berlangsung di taman kota Paris seluas 35 hektare. Karya Ronnie menyajikan destrukturisasi beberapa wajah dengan perpaduan warna yang halus.


Dia menggabungkan cerita untuk mengekspos kontradiksi dunia saat ini. Ronnie merupakan seorang seniman berprestasi tingkat dunia, terutama di Prancis.

“Pameran ini bertujuan untuk berbagi dan bertukar dengan masyarakat umum, media, kolektor dan pecinta seni tentang ekspresi diri dengan cara yang unik serta berbagi visi bersama seni mereka dengan aliran destrukturalisme,” kata Ronnie.


Pameran kali ini diikuti 55 pelukis internasional yang berhasil diseleksi panitia dari ratusan pelamar. “Aliran ini memiliki makna nyata tentang emansipasi manusia untuk berimajinasi melalui penggabungan praktik artistik seperti lukisan, patung, fotografi, gambar, kolase, seni digital, dan pertunjukan,” ungkapnya.

Keunikan lukisan yang dipamerkan adalah selalu terdapat identitas lukisan dengan ciri destrukturisasi wajah, yaitu pada evolusi bentuk, transformasi, metamorfosis figur dan wajah di mana anatomi yang dibentuk ulang dan didekonstruksi dalam jejak atau bayangan kubisme.

Fragmen-fragmen yang geometris dan realistis mengidentifikasi tanpa cacat dan dilepaskan dalam liuk-liuknya. “Kita bisa mendeteksi beberapa karakter dari kartun yang bercampur dengan wajah atau bagian tubuh. Creature yang unik dan mengesankan ini mengekspresikan bentuk dan identitas baru,” ucap Ronnie.

Tarian kontemporer Indonesia Panji Uchrony karya Kadek Puspasari ditampilkan pada pameran ini, lengkap dengan iringan instrumen gamelan Jawa yaitu gong, gender dan sitar oleh Christophe dan Thomas.

“Ini ekspresi tari yang terinspirasi dari cerita Panji asal Jawa yang dimodifikasi untuk mengadaptasikan dengan gaya lukisan yang dipamerkan. Koreografi dari tarian ini menyimbolkan sebuah perjalanan identitas dan kehidupan untuk mencari keseimbangan,” ungkap Kadek.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris, Warsito, memberikan apresiasi. “Terima kasih kepada para pelukis dan panitia yang telah memberikan kesempatan Indonesia untuk memperkenalkan seni budaya,” kata Warsito saat menghadiri undangan pembukaan, Sabtu (16/10/2021).

Pembukaan dihadiri lebih dari 150 orang dari berbagai kota di Prancis dan luar negeri, sekaligus dihadiri jajaran Presiden dan Pimpinan Asosiasi DF Art. “Pengunjung yang hadir sangat mengapresiasi karya seni yang dipamerkan dan pertunjukan tari Indonesia,” kata Warsito. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini