Kemenpar Gandeng Hildiktipari Jadi Mitra

41
Ir Rizki Handayani MBTM menyampaikan paparan di depan peserta Munas Hildiktipari, Sabtu (21/07/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Perjuangan para pengurus Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Selain organisasi ini semakin berpengaruh, juga dijadikan mitra oleh pemerintah dalam rangka pengambilan kebijakan.

Setelah Kementerian Ristek Dikti, giliran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pun kemudian menggandengnya sebagai mitra kerja sama guna mencetak sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang andal.

Hal itu terungkap dalam Musyawarah Nasional Hildiktipari hari terakhir, Sabtu (21/07/2018), di Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogyakarta.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Ir Rizki Handayani MBTM, saat memaparkan materi tentang Kebijakan Pembangunan Pariwisata Nasional mengakui Kemenpar tidak bisa sendirian menangani SDM pariwisata.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah pusat tapi juga daerah. Kementerian Pariwisata sudah mengimbau Dinas Pariwisata provinsi dan kabupaten/kota melibatkan sekolah dan perguruan tinggi pariwisata. Kami di pusat sudah kebanyakan (tugas) nggak mungkin tertangani,” ujarnya.

Baca Juga :  Berpolemik, Panti Rehabilitasi Gangguan Jiwa Harus Pindah

Dia juga mengakui promosi pariwisata memang penting. Dulu, promosi umumnya pakai brosur. Sekarang melalui digital dan terbukti hasilnya lebih cepat. “Mohon maaf, di brosur banyak foto pejabatnya daripada destinasinya,” ujarnya kepada wartawan.

Bagi Kemenpar, percepatan destinasi perlu terus didorong. Artinya, tidak hanya Bali saja yang maju tapi juga sampai pelosok. Ini semua juga tidak lepas dari peran mahasiswa perguruan tinggi pariwisata.

“Ada satu tempat di Lombok. Namanya Pasar Pancingan. Ada seorang ibu pedagang sehari penghasilannya puluhan ribu. Setelah dipromosikan secara digital dapat ratusan juta,” ujarnya mencontohkan.

Dia sepakat, daerah-daerah mestinya tidak menunggu pemerintah atau investor datang. Dengan memanfaatkan anak-anak muda yang ahli teknologi informasi, salah satunya tergabung dalam Genpi (Generasi Pesona Indonesia), maka destinasi wisata akan cepat didatangi pengunjung.

Dalam sesi forum tanya jawab, Prof Asril Azahari dari Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) menyampaikan pentingnya pemerintah memperhatikan SDM pariwisata.

Baca Juga :  Air Mata Mbah Wasijem Sambut Bupati

Menanggapi masukan tersebut, Rizki Handayani mengatakan sering terjadi kalangan industri pariwisata tidak bersikap fair. Mereka sudah dibantu dan difasilitasi pemerintah berpameran ke luar negeri, sebaliknya industri justru tidak membantu pengembangan SDM pariwisata.

Contoh paling gampang, kata dia, SDM pariwisata yang magang di hotel malah disuruh bayar. “Saya memang agak keras dengan industri. Mereka sudah ikut pameran ke luar negeri dan dapat subsidi dari pemerintah,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Hildiktipari periode 2018-2022 yang juga Ketua Stipram Yogyakarta, Suhendroyono, kepada wartawan mengakui kalangan industri belum menunjukkan keberpihakannya kepada pendidikan tinggi pariwisata.

“Jujur saja, masih ada industri menggunakan mahasiswa perguruan tinggi program magang, dipakai tenaganya dan tidak dibayar. Hildiktipari menentang keras itu. Kalau kami, mereka justru harus dihargai,” tegasnya. (sol)