kepala-bnpb-akui-bencana-alam-cenderung-meningkat-Kepala BNPB Willem Rampangilei didampingi Bupati Klaten dan Bupati Agam, menyampaikan keterangan pers di sela-sela Rakor Forum Pengurangan Risiko Bencana, Senin (26/11/2018), di The Rich Jogja Hotel. (sholihul hadi/koranbernas.id)


sholihul
Kepala BNPB Akui Bencana Alam Cenderung Meningkat

SHARE

KORANBERNAS.ID – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, mengakui kejadian bencana alam di Indonesia menunjukkan tren semakin meningkat.


Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah pembangunan yang tidak terkendali dan mengabaikan tata ruang.

  • Dibuka Wapres, 5.000 Pemuda Muhammadiyah Penuhi UMY
  • Penyair Kawakan Jokpin Ajak Penggemarnya Ngopi Bareng

  • “Indonesia rawan bencana. Segala jenis bencana ada. Tren kejadian bencana alam meningkat karena terjadinya degradasi lingkungan,” ujarnya dalam konferensi pers di sela-sela Rapat Koordinasi Forum Pengurangan Risiko Bencana, Senin (26/11/2018), di The Rich Jogja Hotel.

    Menurut dia, dampak terjadinya bencana harus dikurangi dan ditanggulangi dengan cara membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kemungkinan datangnya bencana.

  • Kini UAD Miliki Pojok Kependudukan
  • SMPN 1 Bukateja Pamerkan Hasil Karya Berbahan Limbah

  • Namun demikian pemerintah tidak bisa bergerak sendiri karena itu dibutuhkan peran serta dari semua pihak.

    “Ada 32 kementerian dan lembaga. Belum lagi Pemda dan NGO. Tidak mungkin pemerintah melakukan sendiri. Kita perlu melakukan rencana. Penanggulangan bencana harus terpadu dan terarah,” tegasnya.

    Inilah pentingnya diselenggarakan Rakor Forum Pengurangan Risiko Bencana, dalam rangka meningkatkan koordinasi antara Forum Pengurangan Risiko Bencana dan BPPD, sekaligus bertukar informasi.

    Kegiatan ini diikuti 150 peserta terdiri dari bupati, wakil bupati, kepala pelaksana BPBD se-Indonesia, Pengurus Pusat dan Komisariat Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) provinsi se-Indonesia dan Forum FPRB kabupaten/kota.

    Saat ini sudah terbentuk 25 FPRB provinsi yang menjadi mitra BPBD provinsi.

    Willem mengakui, membangun ketangguhan bangsa serta mewujudkan ketangguhan masyarakat tidaklah mudah, tidak seperti membalikkan telapak tangan.

    “Perlu ada proses panjang dan keterlibatan berbagai pihak. Gerakan berbasis budaya lokal dan kekuatan persatuan masyarakat merupakan modal utama bangsa Indonesia yang sesungguhnya ada dan kita miliki,” paparnya. Selain itu, juga dibutuhkan kepemimpinan yang kuat.

    Dalam kesempatan itu Kepala BNPB memberikanpenghargaan kepada Bupati Agam, Bupati Bantul, Bupati Klaten, Bupati Lembata dan Walikota Denpasar.

    Para pimpinan daerah ini dinilai menunjukkan komitmen dan kontribusi yang tinggi membangun ketangguhan masyarakat. (sol)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini