Kamis, 03 Des 2020,


ketua-golkar-diy-tidak-ingin-pilkada-ternoda-program-gentong-babiKetua DPD Partai Golkar DIY, Gandung Pardiman. (sholikul hadi/koranbernas.id)


Sholikul Hadi

Ketua Golkar DIY Tidak Ingin Pilkada Ternoda Program Gentong Babi


SHARE

KORANBERNAS. ID, YOGYAKARTA – Ketua DPD Partai Golkar DIY, Gandung Pardiman, menyatakan dirinya tidak menginginkan jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 di Kabupaten Sleman, Bantul dan Gunungkidul ternodai program gentong babi.

“Jangan terjadi. Khususnya Sleman. Mudah-mudahan fair, tidak ada program gentong babi. Menurut Bambang Eka Cahya Widodo (Dosen Tata Pemerintahan Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, red), gentong babi adalah program pemerintah tetapi digunakan untuk kepentingan-kepentingan Pilkada,” ujarnya kepada wartawan usai mengikuti Tasyakuran HUT ke-56 Partai Golkar, Rabu (21/10/2020) malam, di Kantor DPD Partai Golkar DIY, Jalan Jenderal Sudirman, Yogyakarta.


Baca Lainnya :

Gandung optimistis calon bupati yang diusung Partai Golkar mampu memenangkan Pilkada. Syaratnya, semua harus bersatu padu holobis kuntul baris bersama-sama merebut hati rakyat.

Dia meyakinkan, calon yang diusung Partai Golkar sudah teruji kejujurannya maupun kedermawanannya dan tidak pelit. “Pancasila-nya tidak diragukan lagi. Itu yang harus diyakini masyarakat. Di Bantul antikorupsi, agar tidak terjadi seperti yang sudah-sudah. Di Sleman, petahana Wakil Bupati Sri Muslimatun is the best,” ucapnya.


Baca Lainnya :

Seperti diberitakan, pada Pilkada Gunungkidul, Partai Golkar mengusung pasangan Sunaryanta dan Heri Susanto. Pilkada Sleman mengusung paslon Sri Muslimatun dan Amin Purnama. Sedangkan Pilkada Bantul, Partai Golkar mengusung paslon Suharsono dan Totok Sudarto.

Pada bagian lain, menjawab pertanyaan mengenai kiprah Partai Golkar DIY selama pandemi Covid-19, Gandung menjelaskan hingga saat ini tidak pernah berhenti memberikan bantuan kepada masyarakat.

“Sampai sekarang tetap membantu warga yang menjalani karantina maupun isolasi mandiri. Ada tim khusus. Kami baru saja memberikan bantuan kepada 14 KK. Satu KK kira-kira untuk 15 hari itu biasanya 15 kilogram beras ditambah macam-macam. Kalau keluarga itu perlu bantuan lebih banyak, kita tambah,” ungkapnya. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini