Kurang Air, Kolam Renang Terpaksa Dibor

2080
Pekerja membuat sumur bor di tengah-tengah kolam yang dibangun Pemerintah Desa Nganjat Kecamatan Polanharjo Klaten. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Upaya Pemerintah Desa Nganjat Kecamatan Polanharjo Klaten memajukan sektor pariwisata di desanya dengan membangun kolam renang terhambat kondisi wilayah.

Kenyataannya, meski kolam renang telah selesai dibangun namun debit air tidak mampu memenuhi kolam yang berlokasi di depan kantor kepala desa itu.

“Benar, Mas, air dari Umbul Ponggok tidak cukup. Harus dibuat sumur bor agar bisa memenuhi kolam renang,” kata Pandu Sujatmoko, Kepala Desa Nganjat, Senin (09/07/2018).

Kolam renang tersebut dibangun agar Desa Nganjat memiliki tempat wisata seperti desa di sekitar. Desa Nganjat yang berdekatan dengan Umbul Ponggok juga dikenal sebagai sentra budi daya ikan nila.

Selama ini keberadaan Umbul Ponggok memang bermanfaat bagi warga desa sekitar. Seperti Desa Nganjat, Desa Glagahwangi, Desa Borongan dan petani di wilayah Kecamatan Karanganom.

Baca Juga :  Titiek Soeharto Sebut Benteng Ideologi Masyarakat Lemah

Aliran air dari Umbul Ponggok ada yang digunakan untuk usaha perikanan, irigasi pertanian dan kolam renang.

Sayangnya, aliran air dari Umbul Ponggok belum bisa dimanfaatkan maksimal sehingga pemerintah desa terpaksa harus mengebor tengah-tengah kolam agar bisa mendapatkan air.

Pandu menceritakan kolam renang di depan kantornya itu mulai dibangun tahun 2016 dan dilanjutkan 2017 berasal dari dana desa. Total anggaran yang telah terserap mencapai Rp 1 miliar.

Pada tahun ini, Desa Nganjat juga kembali mengalokasikan dana desa sebesar Rp 500 juta untuk menyelesaikan pembangunan kolam renang, sarana dan prasarana lainnya serta membangun infrastruktur lainnya. (sol)