Kongres Ulama Nusantara Beri Mandat Cak Imin Cawapres 2019

328
Cak Imin menerima mandat dari Pengasuh Ponpes Al Munawwir Krapyak KH Raden M Najib Abdul Qodir, Minggu (01/04/2018), saat menghadiri Kongres Ulama Nusantara di Ponpes Al Munawwir Krapyak Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Kongres Ulama Nusantara “Konsolidasi Ulama NU se-DIY” yang berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, Minggu (01/04/2018) sore, menghasilkan tiga keputusan penting.

Salah satunya adalah memberikan tugas dan mandat kepada Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi calon wakil presiden (cawapres) 2019.

Keputusan tersebut dibacakan oleh Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, KH Hasan Abdullah, di hadapan lebih kurang 60 kiai pengasuh pondok pesantren di DIY.

“Dengan senantiasa memohon rida, petunjuk dan pertolongan dari Allah SWT, dengan ini ulama NU se-DIY menyatakan dan memutuskan memberikan tugas dan mandat kepada H Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk menyatukan aspirasi politik umat Islam, khususnya aspirasi warga ahlus sunnah wal jamaah demi tegaknya negara yang damai dan makmur (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur) dan tegaknya nilai luhur agama di bumi nusantara, li i’lai kalimatillah,” ujar Kiai Hasan Abdullah membacakan naskah dukungan untuk Cak Imin.

Naskah tersebut kemudian diserahkan kepada Cak Imin. Selanjutnya, Pengasuh Ponpes Al Munawwir Krapyak KH Raden M Najib Abdul Qodir menyerahkan mandat tersebut beserta bendera Merah Putih, sebagai simbolisasi pemberian mandat dari para ulama kepada Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu untuk memimpin dan menyatukan aspirasi politik umat Islam.

Kongres Ulama Nusantara di Ponpes Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, Minggu (01/04/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Para kiai dan nyai pada acara Konsolidasi Kiai NU se-DIY ini mengajak seluruh kiai warga NU se-Indonesia untuk menyatukan visi dan langkah politik. Dengan begitu, NU sebagai kekuatan terbesar Islam yang rahmatan lilalamin di Indonesia memegang peran sentral serta menentukan kebijakan politik dan pemerintahan Indonesia ke depan.

Kongres Ulama Nusantara Konsolidasi Ulama NU se-DIY kali ini diawali tahlil dan doa dipimpin langsung Pengasuh Ponpes Al Munawwir Krapyak KH Raden M Najib Abdul Qodir. Tampak hadir anggota DPR RI dari PKB Agus Sulistiyono maupun anggota DPRD DIY, Sukamto.

Selaku sahibul bait, KH Dr Hilmi Muhammad MA menyambut baik kongres kali ini beserta  hasil keputusannya. “Yang datang di kongres ini ada yang pakai blangkon, berpecis putih dan hitam,” kata dia.

Kiai Hilmi mengatakan, di tempat ini pula 29 tahun silam dilaksanakan Muktamar NU, kemudian pada 2002 digelar Munaslub PKB. “Artinya tempat ini penuh barokah wabil khusus NU dan PKB. NU selalu hadir di event penting dan genting,” ujarnya.

Cak Imin menjawab pertanyaan wartawan usai menerima mandat sebagai cawapres 2019. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Kepada wartawan usai memperoleh mandat, Cak Imin menegaskan dirinya akan melaksanakan mandat dan tugas tersebut sebaik-baiknya. “Ada guyonan di DPP PKB, apapun makanannya minumnya….,” ujarnya seraya menyebut merek teh kemasan botol.

Korelasinya dengan politik saat ini, siapa pun nanti capresnya maka cawapresnya adalah Cak Imin. Sambil bergurau dia mengatakan, dalam kamus politik internasional maupun tata krama politik sebenarnya tidak ada deklarasi mendukung cawapres. Yang ada pasti deklarasi capres.

Tapi inilah uniknya NU. “Baru pasang gambar saja, surveinya langsung bagus. Banyak orang sekarang ini mencintai pesantren. Artinya kekuatan NU dan pesantren itu jika bersatu maka akan produktif,” kata dia.

Sedangkan dalam orasinya Cak Imin menyampaikan, menyatunya para ulama yang kemudian membuat kesepakatan (jumhur ulama) otomatis menciptakan kekuatan yang sangat besar. “Yang penting NU itu harus bersatu, kompak secara kultural maupun formal,” ujarnya. (sol)