KPU pun Minta Bantuan Guru

206

KORANBERNAS.ID — Para Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) tergabung  dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PKn SMA/MA Kabupaten Purbalingga, menyambut positif sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa-Tengah 2018.

Kegiatan yang diikuti 50 guru PKN itu berlangsung di Aula KPU Purbalingga, Senin (070/5/2018),  diisi pemateri dari Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Parmas dan SDM) KPUPurbalingga, Sukhedi SAg.

Sukhedi mengatakan, di mata masyarakat sosok guru apalagi guru PKn  dinilai serba tahu, termasuk soal Pemilu. Maka dengan sosialisasi ini diharapkan menjadi tambahan bekal untuk bersama sama KPU menuju masyarakat sadar Pemilu dan menjadi pemilih cerdas.

“Pilgub Jateng tanggal 27 Juni  2018 tinggal beberapa hari lagi. Untuk itu, kami mohon bantuan bapak ibu guru PKn , agar ikut mensosialisasikan bagi pemilih, khususnya pemilih pemula yakni para siswa SMA/MA,” harap Sukhedi.

Baca Juga :  Petani Meninggal di Sawah

Dia pun memohon para guru PKn menyampaikan lima tips menjadi pemilih cerdas kepada pemilih pemula. Pertama, gunakanlah hak pilih. Satu suara dari pemilih akan berguna bagi calon yang baik. Banyak kasus di beberapa daerah terjadi selisih suara hanya sedikit sekali.

Kedua, cermatilah visi, misi, dan program kerja yang ditawarkan para calon gubernur dan wakil gubernur. Calon yang baik biasanya tahu persis permasalahan daerah yang akan dipimpinnya sehingga menawarkan program yang realistis.

Ketiga, ciri lain calon yang baik biasanya dalam kampanye lebih banyak mendengarkan keluhan dari rakyat dan bukannya bicara sendiri.

Keempat, selidikilah pula moral dan etika para calon. Apakah dia misalnya pernah tersangkut masalah hukum seperti korupsi. Apakah dia punya selingkuhan dan lain-lain.

Baca Juga :  Berbuka Puasa Sambil Ikuti Kontes Foto

“Yang kelima, cermatilah hal-hal teknis dalam Pilgub Jateng ini. Contohnya; cara mencoblos yang benar,” pesan Sukhedi.

Dari sosialisasi tersebut, muncul ide-ide baru untuk merancang strategi sosialisasi terutama yang diarahkan segmen pemilih pemula.

Ide segar

Beberapa ide-ide segar yang muncul di antaranya penyampaian sosialisasi dalam kesempatan Upacara Bendera di setiap sekolah.

Selain itu juga muncul ide untuk membuat formulir laporan bagi siswa yang telah mempunyai hak pilih dalam menggunakan hak pilihnya di TPS (Tempat Pemungutan Suara),  dan formulir tersebut harus ditandatangani oleh Ketua KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), dan beberapa contoh lain.

Terhadap ide-ide segar tersebut, Sukhedi  menyambut baik, apresiatif dan berterima kasih atas keseriusan para guru PKn mengikuti sosialisasi  sehingga dapat menghasilkan masukan-masukan yang strategis. (sol)