Kreativitas Kunci Memulai Usaha

118
Seminar Jajan Tonggo Nglarisi Tonggo (Jagoriko) dimeriahkan bazar  produk UMKM di halaman  Kecamatan Sedayu, Rabu (11/07/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Membangun sebuah usaha tidak cukup hanya melihat potensi atau peluang yang ada kemudian mengisinya. Seorang pengusaha ataupun  orang yang akan memulai usaha, harus memiliki  inovasi dan kreativitas produk mereka. Dengan demikian akan mampu merebut pangsa pasar.

“Misalnya saja seperti kita lihat di Bantul sebelah timur ada sentra sate kambing. Kalau bicara sate di mana-mana sama bahannya sama, yakni   daging.Tetapi di sana ada inovasi dan kreativitas sehingga diolah menjadi sate klathak. Lihatlah sekarang orang dari mana-mana datang untuk berwisata kuliner ke sana dan warung selalu buka. Ini artinya mereka laku,” kata Agus Mulyono dari Dinas Koperasi dan UMKM DIY  dalam seminar Jajan Tonggo Nglarisi Konco (Jagoriko) di aula kecamatan Sedayu, Rabu (11/07/2018).

Baca Juga :  Jamaah Haji Kloter 25 dan 27 SOC Tiba

Acara tersebut dibuka Camat Sedayu Drs Fauzan Muarifin dengan peserta ratusan pelaku UMKM di Kecamatan Sedayu.

Menurut Agus, kemampuan seseorang untuk berinovasi dan berkreasi menjadi salah satu kata kuncir majunya sebuah usaha.

Namun pengusaha jangan hanya bergelut dengan inovasi dan kreativitas. Tetapi  tidak kalah penting  juga harus mengurus hak paten. Sehingga usaha ataupun sebuah brand  akan terlindungi secara hukum.

“Pak camat sudah meluncurkan letter ‘S’ untuk Sedayu. Saya kira ini bisa dipatenkan  biar hanya untuk kepentingan Sedayu,” katanya.

Camat Fauzan mengatakan Jagoriko harus menjadi semangat pemberdayaan ekonomi bagi seluruh warga Sedayu dan Bantul bahkan nasional.

“Kita harus memberdayakan ekonomi lokal untuk kesejahteraan bersama,kedaulatan dan ketangguhan ekonomi suatu bangsa,” kata Camat  yang dikenal enerjik tersebut.

Baca Juga :  Umbul Pluneng Digelontor Rp 2 Miliar

Menurut Fauzan dengan semangat Jagoriko banyak manfaat yang bisa diambil. Di antaranya cenderung lebih murah, mengkayakan tetangga dan teman, menguatkan hubungan sosial, pertemanan dan pertetanggaan, menumbuhkan produk lokal atau dalam negeri serta bisa utang.

“Itu di antaranya keuntungan dengan kita nglarisi produk lokal yang dijual tetangga atau teman kita,” katanya. Dia mengajak warganya bersatu dalam semangat jagoriko. (sol)