krl-jogjasolo-siap-beroperasi-tidak-bersuara-warga-perlu-hatihatiAudiensi Kepala Daop 6 PT KAI Yogyakarta Asdo Artriviyanto dan jajarannya di kantor Bupati Sleman Senin (2/11/2020). (istimewa)


Nila Hastuti
KRL Jogja-Solo Siap Beroperasi, Tidak Bersuara Warga Perlu Hati-hati

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Kepala Daop 6 PT KAI Yogyakarta, Asdo Artriviyanto, didampingi jajaran Manajer mengadakan audiensi ke Bupati Sleman, Senin (2/11/2020).


Asdo menyampaikan pada 21 Juli 2020 PT KAI memulai pembangunan program perjalanan KA rel listrik dari Tugu sampai Solo Balapan dan saat ini telah sampai tahap penyelesaian.


“Pada 10 November 2020 Menhub akan meresmikan soft launching jalur KA Rel Listrik Jogja-Klaten. Akhir Desember 2020 baru jalur Jogja-Solo, untuk operasional pada tahun 2021 mulai 20 kali perjalanan per hari,” ungkapnya.

Ini merupakan upaya mendukung program strategis nasional untuk mengurangi beban jalan raya serta program yang pertama kali di DIY mengingat daerah lain belum dibangun.


Dia melihat jalur Jogja-Solo sangat potensial penumpangnya. Pada awalnya, kapasitas KRL baru 200 tempat duduk dengan empat gerbong. Perkembangannya bisa sampai mengangkut 800 sampai 1.000 penumpang dengan 12 gerbong.

Mengingat KA itu silent, maka PT KAI akan menertibkan jalur perlintasan liar dengan terus mengadakan sosialisasi kepada warga.

“Menurut survei penumpang lokal kebanyakan naik dari Stasiun Maguwoharjo, meliputi mahasiswa dan pegawai kantoran karena banyaknya permukiman di wilayah timur dan kereta sudah operasional mulai pukul 04:00 sehingga akan dapat memberikan pelayanan bagi penumpang yang berangkat pagi hari," kata Asdo.

Stasiun Kalasan juga akan dibuka kembali sebagai imbas dari penataan Stasiun Lempuyangan. Adapun operasional Kereta Pramex dilakukan oleh anak perusahaan PT KAI yakni PT KCI (Kereta Comuter Indonesia), mulai 1 Oktober 2020 dengan mengintensifkan stasiun lokal seperti Kalasan, Maguwoharjo dan Patukan.

Bupati Sleman Sri Purnomo saat menerima audiensi didampingi Sekda Sleman dan Plt Kepala Dinas Perhubungan menyambut baik program KRL ini. Dia berharap perlintasan yang tidak resmi diselesaikan dengan secara baik demi keselamatan warga karena dalam operasionalnya kereta itu tidak bersuara.

Demikian pula frekuensi jumlah kereta api yang melintas semakin bertambah sehingga penertiban perlintasan jalur KA sangat mendesak dilakukan.

Sri Purnomo berharap jalur KRL dapat menyambungkan kota budaya Jogja dan Solo dan diperlukan sinergi dengan jajaran Dinas Perhubungan Sleman untuk memperlancar keberhasilan program KRL, baik dalam segi penertiban perlintasan maupun pengelolaan tata ruang khususnya pengembangan stasiun Kalasan. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini