Kumpul di Jogja, Politisi Senior PPP Gulirkan MLB

279
Pertemuan politisi senior PPP di Kantor DPW PPP DIY, Senin (29/01/2019) membahas islah nasional.

KORANBERNAS.ID – Sejumlah politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Senin (29/01/2018), berkumpul di Kantor DPW PPP DIY Badran Yogyakarta. Agendanya adalah menggulirkan penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa (MLB) sebagai jalan menuju islah secara nasional.

Mereka yang hadir di Yogyakarta itu berasal dari dua kubu yaitu kubu Romahurmuziy (Romi) dan kubu Djan Farid.

Tampak antara lain Prof Tamam Ahda, Dr Anwar Sanusi, Dr Somali serta tokoh Mega Bintang, Mudrick M Sangidoe. Ada juga Syukri Fadholi maupun Ketua DPW PPP DIY Muhammad Yazid beserta jajarannya.

Pada pertemuan siang itu, dibahas langkah-langkah ke arah islah nasional antara kubu Romahurmuziy (Romi) dengan kubu Djan Farid.

Kepada wartawan di sela-sela pertemuan, Syukri Fadholi menyampaikan pertemuan kali ini untuk silaturahim sekaligus konsolidasi menggagas gerakan moral agar PPP kembali ke khittah melalui muktamar luar biasa.

Menurut dia, baik Romi maupun Djan Faridz sama-sama melanggar AD/ART partai. Karena itu, dia sangat mendukung gerakan moral tersebut agar PPP islah guna memperbarui citranya sebagai partai Islam yang memperjuangkan aspirasi masyarakat muslim.

“PPP harus kembali ke asas, bukan ke Romi atau Djan Faridz,” ungkap mantan wakil walikota Yogyakarta ini.

Pada pertemuan tersebut juga disepakati untuk menghentikan dualisme kepemimpinan di tubuh partai. Tidak ada jalan lain kecuali hanya dengan MLB.

Saat ini secara struktural daerah-daerah mulai dari tingkat DPW hingga PAC, sudah memberikan dukungan.

Mereka pun meminta pemerintah supaya mengakomodasi aspirasi tersebut serta mendorong penyelenggaraan MLB, supaya PPP terbebas dari unsur lama dan memulihkan citranya.

Menjawab pertanyaan seberapa penting islah nasional dan MLB tersebut, Prof Tamam Ahda mengatakan sangat penting karena ada kaitannya dengan agenda politik nasional Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Apalagi PPP juga ingin menjadi tiga besar pemenang Pemilu 2019.

Mengenai sosok yang akan memimpin PPP dia menyampaikan sampai saat ini belum ada yang muncul. Yang pasti bukan Djan Faridz maupun Romahurmuziy. “Belum ada yang dimunculkan kita harus dengar dari luar. Siapa, mangga…,” ungkapnya.

MLB dijadwalkan digelar paling lambat April 2018 karena setelah itu harus melakukan pendaftaran  calon legislatif. Anwar Sanusi menambahkan saat ini PPP memiliki wakil 39 orang di Senayan. (sol)