Kamis, 24 Jun 2021,


lockdown-berakhir-warga-desa-tlogobulu-berharap-kembali-hidup-normalCamat Kaligesing, Hariyono, saat membuka portal di akses utama Desa Tlogobulu, sebagai tanda selesainya lockdown di desa tersebut. (istimewa)


Wahyu Nur Asmani EW
Lockdown Berakhir, Warga Desa Tlogobulu Berharap Kembali Hidup Normal

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Lockdown Desa Tlogobulu, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, telah dibuka, Senin (10/5/2021). Sebanyak 49 orang yang menjalani isolasi mandiri telah selesai dan hasil tes-nya negatif.

Puluhan warga yang terpapar Covid-19 dari klaster ziarah, dinyatakan sehat. Mereka diperbolehkan kembali beraktivitas, namun tetap dengan protokol kesehatan ketat.

Kepala Desa Tlogobulu, Faisal Hidayat, mengatakan isolasi selesai ditandai dengan pembukaan portal penjagaan oleh Muspika Kaligesing. "Kemarin pagi dibuka oleh Pak Camat. Isolasi Tlogobulu sudah berakhir," ungkapnya, Selasa (11/5/2021), melalui pesan singkat.

Faisal menjelaskan, pemerintah desa menerapkan PPKM mikro yang diperketat guna mencegah laju penularan. Petugas kesehatan didampingi perangkat desa juga melakukan penelusuran kontak erat dan menemukan hingga 73 warga. Mereka semua menjalani uji swab dan 52 dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

 


Satu warga terkonfirmasi meninggal dunia. "Posisi sekarang 50 warga dinyatakan sehat. Ada satu yang masih dirawat di rumah sakit untuk pemulihan, tapi berdasar uji PCR, kabarnya sudah negatif," terangnya.

Desa Tlogobulu menjalani isolasi mandiri sejak 28 April 2021 hingga 10 Mei 2021. Namun, adanya isolasi dan kabar klaster Tlogobulu mempengaruhi perekonomian masyarakat setempat. "Terutama mereka yang punya usaha yang berhubungan dengan masyarakat luar desa," katanya.

 

  • Tiga Gunungan Ini Tarik Wisatawan

  • Antara lain dialami warga Tlogobulu yang berprofesi sebagai pedagang. "Pedagang mengeluh. Dagangan mereka tidak laku karena calon pembeli dengar kabar Tlogobulu. Mereka memilih menghindar lantaran takut tertular," terangnya.
     

    Pedagang sayur keliling, Priyanto, menuturkan masa sulit begitu terasa pada masa awal isolasi. Ia mengaku mengalami kerugian antara 30-40 persen. Kerugian dialami karena Priyanto telanjur membeli dagangan dalam jumlah banyak.
     


    "Sudah beli banyak, tapi tidak laku karena ada warga yang takut," ucapnya.
     


    Priyanto memberi penjelasan kepada calon konsumen tentang situasi pandemi di desanya. "Saya jelaskan bahwa yang sakit dan mereka yang kontak erat sudah diisolasi, jadi sebetulnya warga lainnya aman. Selain itu, warga yang sakit juga tidak tinggal satu RT dengan saya," terangnya.

    Priyanto juga menerapkan protokol kesehatan dengan selalu mengenakan masker dan menjaga jarak dengan konsumennya. "Konsumen pun demikian, mereka menggunakan masker. Tapi saya berharap situasi segera pulih, tidak ada lagi stigma Covid-19 dialamatkan kepada kami, sehingga usaha kembali lancar," tegasnya.

    Testimoni warga Desa Tlogobulu yang telah sembuh atau negatif Covid-19, Rini Setiyana (21), mengatakan awal gejala dirinya merasa lemas, tubuh ngedrop, merasa pusing dan mual. "Sekarang saya merasa senang karena telah sembuh dari Covid-19. Saya bisa kerja kembali," ujarnya.

     


    Menurutnya, selama menjalani isolasi mandiri, kebutuhan hariannya bersama 48 warga lainnya dipenuhi oleh pemerintah desa. "Saya berharap Desa Tlogobulu kembali pulih seperti sediakala dan normal kembali," sebutnya. (*)



    SHARE


    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini