Lolos 2019, PSI Ingin Bersaing Sehat

299
Ketua PSI DIY, Sigit Nugroho, menyampaikan keterangan kepada wartawan, Selasa (20/02/2018) di Goebog Resto, soal kesiapannya mengikuti pemilu 2019. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Begitu dinyatakan lolos sebagai partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 dan memperoleh nomor urut 11, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) langsung bergerak melakukan konsolidasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Meski ibaratnya masih bayi yang baru lahir, para pengurus parpol ini menegaskan ingin bersaing secara sehat dan tidak ingin saling menjatuhkan.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua DPW PSI DIY, Sigit Nugroho, kepada wartawan dalam konferensi pers di Goebog Resto, Selasa (20/02/2018).

“Kami memang partai yang masih baru. Kami semua relawan dan belum punya senior. Prinsipnya kita bersaing secara sehat tidak saling menjatuhkan dengan black campaign,” ungkap Sigit.

Menurut dia, semua pengurus PSI DIY termasuk pengurus tingkat kabupaten/kota merupakan anak-anak muda. Uniknya, mereka yang masuk jajaran pengurus syaratnya sama sekali belum pernah menjadi pengurus parpol.

Baca Juga :  Ibu Hamil Boleh Naik Pesawat. Apa Syaratnya?

PSI juga bersikap terbuka bagi siapa saja khususnya anak-anak muda, termasuk terbuka menerima nasihat maupun masukan dari masyarakat.

Parpol yang memiliki semboyan “Terbuka Progresif Itu Kita” serta konsens dalam pemberantasan korupsi ini, siap merekrut calon anggota legislatif. Uniknya lagi, caleg yang tidak punya duit pun dipersilakan mendaftar.

Apabila caleg tersebut memang benar-benar potensial maka para pengurus akan menyiapkan donasi kartu sakti dengan cara gotong royong.

“Kita akan  buatkan funding (pendanaan) tetapi harus tetap memegang komitmen dalam rel Partai Solidaritas Indonesia,” ungkap Sigit.

Bagaimana cara mengetahui caleg tersebut potensial atau tidak? Menurut Sigit, PSI DIY sudah merekrut relawan dari unsur perguruan tinggi. Sebut saja nama Hempri Suyatna, tokoh yang tidak asing lagi di kalangan kampus itu.

Baca Juga :  Wabup Peringatkan Pemerintah Desa Agar Bersinergi

Dosen Fisipol UGM ini bersama Risa Kamida, dosen Universitas Mercu Buana Yogyakarta maupun dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Alimatul Qitiyah, digandeng masuk menjadi panitia seleksi (pansel). Mereka bertugas sebagai relawan yang menyeleksi kualitas para caleg.

Lebih lanjut Sigit mengatakan PSI juga siap bersaing dengan parpol lama. Tentu saja konsepnya dibuat berbeda dan khas anak muda, salah satunya mengusung persoalan antikorupsi.

Dia berharap nantinya lembaga legislatif tidak hanya diisi oleh orang-orang tua tetapi juga memberikan kesempatan anak-anak muda untuk bergabung dan belajar melalui bendera PSI. “Kami sudah memiliki strategi khusus dan matang,” kata dia. (sol)