Manfaatkan Benalu, 2 Siswa SMPN 4 Pakem Ciptakan Antinyamuk

136
Muhammad Fatih Husaen (kanan) dan Moza Anoemoda Mahasa (kiri) dalam LKIR Sleman 2018 di Sanggar Kegiatan Belajar Sleman Jumat (14/09/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Tidak hanya menjengkelkan, nyamuk merupakan binatang berbahaya karena bisa menyebabkan penyakit mematikan seperti demam berdarah dan malaria. Masalahnya, mengusir nyamuk dengan menggunakan obat bakar, semprot atau lotion juga dapat memunculkan masalah kesehatan termasuk sesak napas dan iritasi.

Kondisi itu kemudian yang mendorong dua siswa SMP N 4 Pakem ini mencari solusi bagaimana melawan nyamuk tanpa memunculkan gangguan kesehatan.

Solusinya ternyata ditemukan pada benalu, tanaman parasit yang selama ini hanya dianggap sebagai pengganggu tanaman induk.

Dua siswa tersebut adalah Muhammad Fatih Husaen dan Moza Anoemoda Mahasa. Penemuan mereka berjudul “Liquid Elektrik Benalu sebagai Antinyamuk Bebas Racun”, menjadi salah satu yang masuk final kategori IPA dalam  Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) tingkat Kabupaten Sleman yang digelar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sleman 14-15 September 2018.

Baca Juga :  Calon Peserta Kapal Pemuda Nusantara Ikuti Seleksi

Lomba ini diikuti 74 peserta tingkat SMP dan SD yang terbagi dalam kelompok IPA, IPS, Teknologi dan Wirausaha.

“Benalu mengandung saponin, sebuah zat racun bagi serangga tetapi tidak berbahaya bagi manusia,” kata Moza di sela-sela lomba Jumat (14/09/2018).

Agar dapat digunakan sebagai antinyamuk, daun benalu dibuat cairan dengan cara disuling dan kemudian dicampur dengan air dalam komposisi tertentu.

“Cairan itu kemudian digunakan untuk mengisi ulang botol elektrik antinyamuk buatan pabrik,” tambah Fatih.

Penelitian dan pengujian antinyamuk ini berlangsung sekitar 10 bulan mulai Oktober 2017. Pengujian dilakukan di beberapa wilayah di Sleman dan Gunungkidul. Hasilnya, cairan tersebut terbukti cukup efektif melawan nyamuk. Bahkan lebih baik dibandingkan cairan buatan pabrik.

Baca Juga :  Hujan Abu Selimuti Bantul

“Cairan benalu butuh waktu waktu 8 menit 23 detik untuk membunuh nyamuk. Sedangkan liquid elektrik pabrik lebih lama yakni 11 menit 38 detik,” tambah Fatih lagi.

Selain itu penggunaan cairan juga lebih hemat, karena volume 30 ml cairan benalu bisa efektif untuk 80 hari sedangkan buatan pabrik hanya 45 hari.

“Uji lab menunjukkan tidak ada zat kimia berbahaya di cairan benalu. Orang-orang yang kita minta untuk menguji juga mengaku cairan ini tidak memunculkan bau dan tidak mengakibatkan sesak napas,” kata Moza.(*/SM)