mendagri-ingatkan-pelonggaran-ppkm-bisa-menyebabkan-lonjakan-covid19Mendagri Tito Karnavian memberikan keterangan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (1/11/2021).(yvesta putu ayu/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Mendagri Ingatkan Pelonggaran PPKM Bisa Menyebabkan Lonjakan Covid-19

SHARE

KORANBERNAS ID, YOGYAKARTA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian meminta setiap daerah termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta mewaspadai pelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dapat menyebabkan kembali melonjaknya kasus positif Covid-19.


Apalagi libur Natal dan Tahun Baru diperkirakan akan menimbulkan potensi. Karenanya perlu kehati-hatian agar penularan virus tidak kembali terjadi.

  • Kecelakaan Motor, Paku Alam X Dirawat di Sardjito
  • Menjadi Guru Milenial

  • "Salah satu penyebab [kenaikan kasus covid-19] karena banyak faktor, Ini jangan sampai kita jadi euforia [karena kasus melandai]. Pelonggaran harus dilakukan secara bertahap. Jangan langsung kembali seperti biasa," ungkap Tito usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (1/11/2021).

    Tito menyebutkan, Indonesia sudah masuk zona hijau penularan Covid-19. Tidak banyak negara di dunia yang saat ini sudah masuk zona hijau. Sejumlah negara besar seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris masih harus berjuang karena tingginya kasus penularan.

    Untuk itu kewaspadaan DIY sebagai kota pariwisata yang selalu ramai didatangi wisatawan semenjak pelonggaran PPKM diterapkan perlu ditingkatkan. Sebab mobilitas masyarakat meningkat tajam seiring ujicoba pembukaan kawasan pariwisata.

    "Ini perlu diwaspadai semua pihak, termasuk masyarakat sehingga ini bisa dikendalikan tanpa ada lonjakan baru [covid-19]," ujar Tito.

  • Siswa SMAN 10 Yogyakarta Pameran di TBY
  • Wakaf Sumur Bikin Warga Dusun Lega

  • Dalam kunjungan ini, Tito mengapresiasi DIY yang mampu mengendalikan pandemi Covid-19. Saat ini angka kasus harian sudah turun drastic dan positivity rate jauh dibawah standar WHO sebesar 5 persen.  Bed Occupancy Ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur bagi pasien positif di rumah sakit rujukan juga turun.

    DIY juga berhasil meningkatkan capaian vaksinasi. Bahkan DIY menjadi satu dari empat besar propinsi di Indonesia selain DKI Jakarta, Kepulauan Riau dan Bali yang capaian vaksinasinya 70 persen.

    Pemulihan ekonomi di DIY pun juga terus terjadi. Tito mencatat pertumbuhan ekonomi di DIY mencapai 11,8 persen pada tahun ini. Menurutnya langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemda DIY untuk pemulihan ekonomi dapat diaplikasikan ke daerah-daerah lain yang pertumbuhan ekonominya mengalami defisit saat pandemi Covid-19.

    "DIY termasuk tiga daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Tadi banyak masukan dari sultan, termasuk mendorong ekspor, UMKM biaya kirim dari pemerintah daerah," ungkapnya.(*)




    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini