Menikmati Sensasi Pasar Apung Sungai Barito

60
Pedagang pasar apung menggunakan sarana transportasi jukung (perahu) untuk menjajakan dan mencari barang dagangannya. (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Wisatawan yang mengunjungi sebuah kota di Kalimantan Selatan tepatnya di kawasan Banjarmasin mempunyai sensasi tersendiri. Obyek wisata Pasar Apung yang terletak di kawasan kota ini dan merupakan obyek wisata di Banjarmasin yang cukup populer.

Wartawan koranbernas.id berkesempatan mengunjungi Pasar Apung, pekan lalu, dengan naik perahu klotok menyusuri Sungai Barito.

Menurut Abdul, pengemudi perahu klotok, Pasar Apung merupakan pasar tradisional yang letaknya di atas Sungai Barito. Pasar ini buka antara pukul 06:30 WIT sampai pukul 08:00 WIT.

Para pedagang dan pembeli semuanya menggunakan sarana transportasi jukung (perahu) untuk menjajakan dan mencari barang dagangannya.

Menurut Abdul, biasanya wisatawan yang datang ke Kota Banjarmasin pasti menyempatkan diri mengunjungi pasar terapung ini, karena merupakan pasar unik yang hanya ada satu di Indonesia yaitu di Kota Banjarmasin.

Dari sejarahnya tidak bisa dipungkiri keberadaan pasar terapung di kota Banjarmasin Kalimantan Selatan ini tidak lepas dari kerajaan Banjar yang berdiri sekitar tahun 1595.

Wilayah sekitar Pasar Apung pada masa itu di bawah kekuasaan Patih Masih dan Patih Kuin. Mereka berdua menerima tugas dari pemerintah setempat untuk mengelola wilayah ini.

Seiring perkembangan kawasan, Pasar Apung dijadikan sebagai tujuan wisata andalan kota Banjarmasin.

Menunjungi tempat wisata di Banjarmasin ini tergolong cukup mudah karena lokasinya yang berada di dekat kota. Wisatawan dari luar kota bisa transit terlebih dahulu di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Kemudian, melanjutkan perjalanan ke kawasan Pasar Apung dengan menggunakan sarana transportasi perahu klotok dengan waktu perjalanan sekitar 45 menit.

Di sepanjang sungai, wisatawan bisa menyaksikan rumah-rumah kayu warga Sungai Barito. (bid jalasutra/koranbernas.id)

Rumah kayu ulin

Menikmati suasana pasar apung merupakan pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Banjarmasin. Di Pasar Apung ini wisatawan bisa menemukan aktivitas jual beli barang di atas sungai menggunakan sarana transportasi perahu.

Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa menyaksikan pemandangan rumah-rumah warga di Sungai Barito yang semuanya terbuat dari kayu.

Yang mengherankan,  rumah-rumah tersebut tidak mudah rusak walaupun bahan bangunannya terbuat dari kayu. Ini karena kayu yang digunakan jenis ulin yang terkenal kuat dan semakin kuat apabila terkena air.

Selain itu, apabila mengunjungi Pulau Kembang, wisatawan dapat menyaksikan beberapa kawanan monyet ekor panjang yang banyak ditemukan di pulau ini.

Kawanan monyet di sini biasanya menghampiri wisatawan dan mengincar makanan yang  dibawa. Selain monyet ekor panjang, juga mudah ditemukan kawanan monyet berhidung mancung.

Hal menarik lainnya yang bisa ditemui di sini adalah Festival Pasar Apung. Inilah acara tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Banjarmasin.

Festival ini tujuannya untuk melestarikan budaya setempat dan sebagai sarana menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. (sol)