menunggu-17-tahun-sultan-tegas-minta-pkl-malioboro-segera-direlokasiSri Sultan Hamengku Buwono X. (dok.koranbernas.id)


Rosihan Anwar
Menunggu 17 Tahun Sultan Tegas Minta PKL Malioboro Segera Direlokasi

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan ikon wisata Malioboro mengalami resistensi hingga sekarang. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dan Pemda DIY menargetkan seluruh PKL pindah ke shelter paling lambat awal Februari.


Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada awak media, Selasa (25/1/2022), usai memberi arahan Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pembangunan Daerah Triwulan IV, menginginkan agar PKL Malioboro mau ditata.


Disinggung tentang keinginan PKL yang minta proses relokasi ditunda, Sultan malah menginginkan sebaliknya.  "Makanya, dia (PKL) minta ditunda, aku minta cepet, karena saya sudah menunggu 17 tahun," ujar Sultan di Kepatihan.

Sultan menambahkan, agar kawasan Malioboro menjadi pedestrian yang nyaman serta ikonik, Pemda telah menunggu sangat lama untuk penataan kawasan Malioboro.


"Karena tempat itu bukan milik dia, tapi milik toko dan milik pemerintah, jadi bukan untuk kaki lima," katanya.

Gubernur dengan tegas menolak penundaan karena konsep penataan sudah digaungkan belasan tahun silam. Sultan pun meminta masyarakat sadar diri.

"Saya sudah menunggu 17 tahun, lalu kenapa mundur tiga tahunan? Yen saiki isa kenapa besok. Itu sudah diputuskan," tegas Gubernur.

Alasan pandemi

Wawan Suhendra selaku Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Yogyakarta (APKLY) kembali menegaskan, PKL tak alergi atau menolak untuk ditata.

"Kami ingin relokasi ini ditunda sampai ekonomi ini pulih. Seperti yang disampaikan teman-teman, ada yang (bermodal) utang dan lain sebagainya apalagi pandemi ini sudah dua tahun, dan masih belum selesai. Jadi, kami tidak menolak relokasi," kata dia.

Pedagang juga telah mengetahui rencana penataan kawasan Malioboro sejak lama. Namun ribuan PKL berharap pemerintah mau menunda hingga ekonomi dapat pulih seperti sebelum masa pandemi.

"Kalau kami tiba-tiba dipindah ke tempat yang baru secepat mungkin, maka belum tentu akan seperti sekarang, kami harus adaptasi dulu," paparnya.

Ketua DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudyatmoko usai meninjau lokasi relokasi berharap eksekutif dan PKL tidak saling mengedepankan ego masing-masing. Dewan lewat pansus yang dibentuk diharapkan dapat menemukan titik temu untuk persoalan relokasi.

"Kami ini berusaha menjadi bridging yang menjembatani kepentingan antara eksekutif maupun PKL," tandasnya.

Demi penataan PKL Malioboro, Pemkot dan Pemda DIY menyiapkan dua lokasi shelter bagi PKL dengan daya tampung lebih dari 1.800 pedagang.

Dua lokasi yang disiapkan eks Gedung Bioskop Indra serta bekas Gedung Dinas Pariwisata DIY diperkirakan tak mampu menampung seluruh PKL yang tercatat mencapai 2.300 lebih. (*)


TAGS: PKL  Malioboro 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini