Kamis, 22 Apr 2021,


merasa-kecewa-peternak-menarik-sertifikatnyaSalah satu kandang Program Ngingu Domba. (istimewa)


Wahyu Nur Asmani EW
Merasa Kecewa Peternak Menarik Sertifikatnya

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Barodi, peternak asal Desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Purworejo merasa kecewa program Ngingu Domba tidak kunjung  terealisasi. Dia menyatakan mundur dan menarik sertifikat tanah sebagai jaminan.


“Saya melakukan MoU (nota kesepahaman) dengan Koperasi UMKM Indonesia (KOIN) sejak 23 Desember 2019. Sudah terjadi pembangunan kandang domba. Namun,  sampai saat ini domba yang dijanjikan belum kunjung tiba,” kata dia.


Dirinya merasa rugi karena lahan tersebut menyewa. Adapun masa perjanjian Ngingu Domba selama lima tahun.

“Lahan yang saya sewa awalnya berupa ladang yang banyak ditumbuhi pohon kelapa. Semua harus ditebang dan tanah harus diratakan. Investasi saya untuk lahan seluas 28 meter x 175 meter puluhan juta rupiah,” jelasnya.


Barodin merasa ada kejanggalan kerja sama tersebut.  Pria asal Desa Ketawangrejo ini menyatakan mundur dan berusaha menarik sertifikat yang sudah diserahkan kepada KOIN. Penyerahan sertifikat jaminan dilakukan 23 Desember 2019.


“Saya diminta menyertakan sertifikat sebagai syarat kemitraan. Dan saya sudah tiga kali mau menarik jaminan namun sulit,” ujarnua kepada wartawan,  Jumat (19/2/2021) sore.


Barodi mendatangi kantor KOIN lagi untuk menarik jaminan, dijanjikan Sabtu (20/2/2021) dengan syarat harus diganti jaminannya.

Menurut Barodi, pihak KOIN meminta jaminan pengganti karena di atas lahan yang disewanya sudah berdiri kandang domba berjumlah 14 unit dari 48 unit kandang yang dijanjikan.

Direktur  Kemitraan KOIN  Moh Ali Rif'an saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon mengatakan PT Mega Gemilang Jaya (MGJ) selaku pemodal. Sedangkan pelaksananya KOIN.

Disinggung polemik penyertaan sertifikat milik masyarakat, pihaknya menyatakan benar. “Sebenarnya saya belum minta sertifikat warga, tetapi mereka menitipkan. Kami akan meminta sertifikat kalau sudah terisi domba,” jelas Ali.

Pihaknya tidak keberatan apabila masyarakat mau mengambil sertifikat. “Masyarakat memang saya sarankan mengambil dulu sertifikatnya. Karena mereka statusnya titip sertifikat,” tambahnya.

Menurut dia, program Ngingu Domba tetap berlanjut. Terkait pengadaan domba di Kecamatan Kutoarjo, kemudian domba ditarik kembali, menurut Ali, hal tersebut terjadi karena domba tidak sesuai dengan spek. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini