Sabtu, 22 Jan 2022,


merasa-tidak-diuwongke-sekjen-projotamansari-pindah-haluanDeklarasi relawan Nyawiji Noto di rumah Wahadi, Glagahan, Desa Caturharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, Minggu (18/10/2020) malam. (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya
Merasa Tidak Diuwongke, Sekjen Projotamansari Pindah Haluan

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Relawan Nyawiji Noto dideklarasikan di rumah ketua relawan Wahadi, Dusun Glagahan, Desa Caturharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, Minggu (18/10/2020) malam. Acara dihadiri Calon Bupati, Drs H Suharsono, dan perwakilan relawan  yang berasal dari 17 kecamatan.


Tampilnya Wahadi sebagai ketua relawan Nyawiji Noto atau  pedukung pasangan H Suharsono-H Totok Sudarto MPd tersebut tentu mengagetkan. Pasalnya Wahadi sebelumnya diketahui sebagai Sekjen Relawan Projotamansari yang notabene mendukung pasangan H Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo SE pada Pilkada 9 Desember mendatang.

  • Dana Hibah Rp 11,6 Miliar Kembali, Warga Syukuran
  • Partai Garuda Mendukung Noto pada Pilkada 2020

  • “Saya sudah resmi mundur. Saya sudah mengirim surat tertulisnya,” kata Wahadi kepada koranbernas.id di lokasi.

    Keputusan mundur dari relawan Projotamasari, menurut Wahadi, karena beberapa hal. Di antaranya selama ini merasa tidak diuwongke atau dikaruhke.

  • Gugatan Idham Ditolak, Wujud Kemenangan Rakyat Bantul
  • Saat Babe Blusukan di Pasar Hewan Menyapa Warga

  • “Kalau namanya organisasi, setiap kegiatan pasti ada pertanggung jawaban. Tapi selama ini saya tidak pernah dipanggil  Pak Halim atau pun Pak Joko. Saya merasa tidak diuwongke, seolah berjalan sendiri,” katanya.

    Selain itu, sebagai Sekjen Projotamansari dirinya tidak pernah diajak koordinasi, baik pengurus harian atau pun pengurus lengkap. Juga  tidak dilibatkan dalam kegiatan Paslon sehingga berjalan sendiri-sendiri.

    “Kami tidak diajak dalam kegiatan apa-apa, karena semua berjalan sendiri. Tapi dalam persuratan, saya diajak tanda tangan. Termasuk dalam relawan tidak ada bentuk perencanaan kegiatan. Padahal namanya organisasi harus jelas bentuk kegiatannya, daftar hadir dan notulen. Tapi ini tidak,” katanya.

    Selain itu, pensiunan Kasi Kesejahteraan Desa Caturharjo ini, melihat relawan yang dibentuk sebelumnya berganti-ganti orang. Dan sering ada pemecatan.

    Melihat  berbagai hal yang ada, maka Wahadi memutuskan keluar dan membentuk relawan Nyawiji Noto dan siap memenangkan pasangan tersebut dalam Pilkada 9 Ddesember 2020.

    “Saat ini jumlah relawan ada 50 orang, terdiri tokoh-tokoh masyarakat dari 17 kecamatan. Nanti akan terus berkembang. Dan kami siap untuk memenangkan pasangan Noto,” tandasnya. Tekad tersebut juga dibacakan dalam deklarasi semalam.

    Sementara itu, H Suharsono menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang mendukung dirinya. Termasuk dari relawan Nyawiji Noto.

    “Tanpa ada dukungan dari masyarakat, saya tidak mampu berbuat banyak untuk Bantul, tanah kelahiran kita semua,” katanya.

    Bupati non antif ini mengatakan, jika tujuanya maju dalam Pilkada adalah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dan membawa kemajuan bagi  Bantul.

    “Saya anak cuma dua dan sudah mentas semua. Saya saat ini fokus untuk  berkontribusi bagi Bantul. Dan saya hanya akan maju dua periode, sesuai aturan konstitusi. Saya tidak akan mencalonkan istri  saya maju Pilkada, ini sumpah saya. Jadi  kalau saya terpilih lagi dalam Pilkada nanti,  cukup dua periode. Selanjutnya monggo, Bantul nanti dipimpin oleh putro wayah sederek sedoyo,” tandasnya.

    Dirinya juga bertekad Bantul tetap bebas korupsi sebagaimana predikat yang telah disematkan oleh KPK  yakni Wilayah Bebas Korupsi (WBK). (*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini