Nekat Garap Proyek, Kades Pulangkan Pekerja yang Membangun Tower

1730
Lokasi fondasi tower selular di Dukuh Ngalas Desa Jetis Delanggu Klaten. (dokumentasi)

KORANBERNAS.ID–Sekitar lima orang pekerja tower selular di Dukuh Ngalas Desa Jetis Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten dipulangkan karena nekat melanjutkan pekerjaan yang telah disegel Satpol PP Pemkab Klaten.

Pemulangan pekerja tersebut terjadi Selasa (15/05/2018)pagi. Selain pekerja, turut pula dibawa seluruh peralatan proyek seperti angkong, sekop dan cangkul. Sementara mollen pengaduk semen telah dibawa pergi sesaat setelah petugas Satpol PP Pemkab Klaten melakukan penyegelan pada Jumat sebelumnya.

Informasi yang dihimpun dari warga Dukuh Ngalas Desa Jetis menyebutkan, pemulangan atau pengusiran pekerja tersebut berawal dari adanya aktivitas sejumlah pekerja di lokasi proyek pembangunan pondasi tower selular di pekarangan rumah Bambang, warga Dukuh Ngalas juga.

Baca Juga :  Hari Terakhir Pelayanan, Truk dan Pick-Up Mendominasi Uji KIR

Melihat ada aktivitas di proyek yang telah disegel itu, wargapun mendesak Kepala Desa Jetis Rudi Purwanto untuk mengambil tindakan. Karena di sekitar lokasi proyek ada warga yang pro dan kontra, kepala desa melakukan pendekatan dengan pihak perusahaan dan meminta memulangkan pekerja sesegera mungkin. Itu dilakukan untuk menjaga kondusivitas wilayah mengingat proyek itu disegel karena tidak memiliki izin.

Salah seorang warga yang menolak pembangunan tower selular adalah Kunto Wibowo. Saudara-saudaranya yang lain juga melakukan hal serupa.

“Setelah rembugan dengan keluarga besar saya, maka kami sepakat menolak pembangunan tower selular,” katanya kepada koranbernas.id.

Tanah milik keluarga besar Kunto Wibowo adalah tanah warisan yang berjarak sekitar 5 meter dari lokasi pondasi selular.  Dia dan saudara-saudaranya juga menandatangani surat pernyataan penolakan pembangunan tower selular itu.

Baca Juga :  Mulai Disalurkan, 1.092.400 Kg Beras Bansos Alokasi Maret

Meski pekerja telah dipulangkan, warga mengaku kecewa terhadap kepala desa. Pasalnya, meski proyek jelas-jelas telah disegel petugas, namun di lapangan tetap saja ada pekerja yang melanjutkan pekerjaan.

“Kok tidak ada ketegasan. Sudah jelas proyek disegel tapi tetap saja ada pekerja yang melanjutkan pekerjaan. Katanya cuma beres-beres dan masukin koral yang numpuk di jalan tapi kenyataannya pekerja itu garap pekerjaan. Ada apa ini?,”tanya warga.

Kepala Desa Jetis Rudi Purwanto saat dikonfirmasi membenarkan pemulangan pekerja pondasi tower selular itu. (SM)