Pahami Ajaran Agama Secara Utuh

Safari Ramadan ke Yogyakarta, Panglima TNI Disambut Ulama

33
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto disambut ulama, Kamis (07/06/2018) sore, di Hanggar Skadik 101 Lanud Adisutjipto Yogyakarta saat melakukan safari ke DIY dan Jawa Tengah. (rosihananwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan, ancaman dan bahaya terorisme sewaktu-waktu masih dapat menyerang bangsa dan negara.

Ini dibuktikan dengan insiden teror bom yang dilakukan anggota jaringan terorisme menjelang dan ketika masuknya bulan suci Ramadan.

“Bulan suci Ramadan seharusnya menjadi bulan yang penuh rahmat dan ditujukan untuk mengendalikan hawa nafsu. Tapi, pada bulan Ramadan tahun ini, kita mendapat serangan teroris, terutama anak-anak,” ujar Panglima TNI saat memberikan sambutan, Kamis (07/06/2018) sore, pada acara Safari Ramadan Panglima TNI bersama TNI dan Polri serta ulama dan masyarakat di Lanud Adisutjipto Yogyakarta.

Hadi Tjahjanto menyatakan tindakan terorisme tidak sedikit pun mendapat pembenaran dalam ajaran agama apa pun. Aksi terorisme yang terjadi saat ini malah mencoreng dakwah dan semangat ukhuwah Islamiyah.

Baca Juga :  Kulonprogo Kini Bebas Reklame

“Selaku umat Islam dan bagian dari bangsa yang besar ini, kita harus menyadari adanya radikalisme di sekitar kita. Radikalisme ini berawal dari pemahaman yang salah, yang kemudian berkembang menjadi intoleransi dan berujung pada tindakan terorisme,” ujarnya.

Dalam acara yang digelar di Hanggar Skuadron Pendidikan (Skadik) 101 Lanud Adisutjipto, Panglima TNI menyatakan radikalisme dan terorisme itu dapat dicegah. Salah satunya dengan memahami Al Quran dan ajaran agama secara benar serta komprehensif.

“Radikalisme tidak akan tumbuh, jika kita memiliki wawasan yang luas, seperti yang diperintahkan Allah dalam ayat pertama yang diturunkan (Iqra’) ‘Bacalah!’ yang ada dalam kitab suci Al-Quran. Maka umat Islam harus mempelajari Islam secara mendalam dan utuh. Kita tidak boleh terjebak dalam pemahaman sempit yang malah bertentangan dengan agama Islam,” jelasnya.

Baca Juga :  Dewangga PKN STAN Sengaja Pilih Desa Terpencil

Kepada 4.000 lebih peserta yang hadir dalam acara safari, buka bersama dan pengajian itu, Panglima TNI mengajak agar seluruh masyarakat dan umat Islam di Indonesia membangun pemahaman agama Islam yang benar.

“Upaya semua pihak sangat dibutuhkan, karena berkaca dari negara-negara yang hancur karena konflik. Kita tidak ingin kehancuran itu menimpa negeri ini,” tandas Panglima. (sol)